KABUPATEN - Dampak jalan yang telah diperbaiki dan dibangun, seperti jalan usaha tani (JUT) memang sangat diperlukan bagi petani. Pemerintah Desa (Pemdes) Jiyu, Kecamatan Kutorejo, berharap dengan akses yang memadai, para petani dapat lebih mudah bercocok tanam dan hasilnya meningkat pesat.
SETELAH JUT dibangun, diharapkan petani bisa lebih giat lagi untuk bercocok tanam. Mereka dapat lebih mudah dalam proses tanam hingga panen. ’’Dengan akses JUT yang sudah bagus dan nyaman ini, diharapkan bertani bisa lebih bersemangat lagi,’’ kata Sekretaris Desa Jiyu Aminin.
Menurutnya, dengan akses yang nyaman dan layak, secara otomatis dapat menyinkronkan dengan berbagai program yang sedang digalakkan desa saat ini. Di antaranya adalah menggulirkan program ketahanan pangan. ’’Memang di akhir tahun 2025 kemarin, Pemdes Jiyu memberikan penyertaan modal untuk ketahanan pangan kepada BUMDes,’’ ujar Aminin.
Dia mengatakan, selama ini, sektor utama ketahanan pangan di Pemdes Jiyu memang ada di bidang pertanian. ”Sektor pertanian kita pilih bukan tanpa alasan. Mungkin di daerah lain untuk ketahanan pangan kebanyakan di sektor peternakan,’’ tandasnya.
Ia menjelaskan, memilih di sektor pertanian karena mayoritas di Pemdes Jiyu kebanyakan menanam padi atau palawija. Sehingga hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan utama. ’’Lahan yang dipersiapkan untuk menanam padi sekitar 1,8 hektare,’’ terangnya.
Aminin menambahkan, penanaman padi ini terletak di salah satu dusun dengan awal tanam bulan November 2025 kemarin. ’’Untuk area tanam ada disekitar Dusun Jiyu,’’ ungkapnya.
Dengan bercocok tanam padi di sektor pertanian ini, pemdes berharap dapat memberikan manfaat yang luar biasa bagu Desa Jiyu dan sekitarnya.
’’Selain bisa meningkatkan perekonomian, penanaman padi ini bisa menjaga ketersediaan stok pangan di Pemdes Jiyu,’’ pungkasnya. (dik/ris)
Editor : Fendy Hermansyah