Pelayanan kesehatan warga terus dioptimalkan Pemerintah Desa (Pemdes) Kesimantengah, Kecamatan Pacet. Tak hanya fisik, kesehatan mental warga turut diperhatikan seiring terbentuknya posyandu jiwa di desa dengan lima dusun ini.
Kepala Desa Kesimantengah Bangga Al Hakim menguraikan, posyandu jiwa telah melayani kesehatan mental warga sejak tahun lalu. Program ini mimiliki banyak tujuan. Selain mengedukasi, juga mempermudah akses layanan kesehatan mental bagi masyarakat. ”Pelayanan posyandu jiwa ini kami bekerja sama dengan Puskesmas Pacet dan RSUD Prof. dr. Soekandar Mojosari,” terangnya, kemarin.
Posyandu ini menyediakan sejumlah pelayanan bagi warga. Mulai dari skrining kesehatan jiwa, konseling dasar, edukasi bagi keluarga, hingga rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan. Tenaga kesehatan desa, baik perawat maupun bidan, bakal mendampingi warga untuk penanganan awal.
”Prinsipnya, pelayanan dibuat sederhana dan ramah, sehingga mudah diakses oleh masyarakat,” terangnya. Bangga menyebut, keluhan masalah kesehatan jiwa bisa langsung dilaporkan warga ke kader posyandu hingga kepala desa via Whatsapp.
Berdasarkan analisa ahli kejiwaan, lanjutnya, ada sejumlah indikasi gangguan kesehatan jiwa yang dapat bisa segera dilakukan penanganan awal. Sekaligus wajib dikenali sejak dini.
Pertama, sulit tidur berhari-hari, perubahan mood drastis dan berkepanjangan. Kemudian rasa cemas yang mengganggu aktivitas hingga hilangnya minat dalam kegiatan rutin. ”Bagaimanapun juga, peran keluarga dan tatangga tidak kalah pentingnya,” sebutnya.
Sehingga posyandu jiwa dibentuk lewat pendekatan psikologi komunitas yang ramah bagi penderita. Hal ini tak lepas dari pemulihan dan stabilitas emosional seseorang yang dipengaruhi dukungan lingkungan terdekat.
Sikap penuh empati keluarga dekat pun dibutuhkan. ”Tetangga berperan membentuk suasana sosial yang baik. Karena salah satu tujuannya ini untuk mewujudkan lingkungan yang peduli,” imbuhnya. (vad/ris)
Editor : Fendy Hermansyah