Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Desa Gebangmalang, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Gelar Ruwah Desa, Menjaga Tradisi dan Warisan Budaya

Indah Oceananda • Selasa, 10 Februari 2026 | 05:55 WIB

 

KEARIFAN LOKAL: Pemdes Gebangmalang, Kecamatan Mojoanyar, menggelar ruwah desa dengan hiburan campursari di balai desa setempat, Sabtu (7/2) malam.
KEARIFAN LOKAL: Pemdes Gebangmalang, Kecamatan Mojoanyar, menggelar ruwah desa dengan hiburan campursari di balai desa setempat, Sabtu (7/2) malam.
WARGA Desa Gebangmalang, Kecamatan Mojoanyar, melaksanakan ruwah desa sebagai tradisi tahunan yang diperingati pada Sabtu (7/2) malam. Kegiatan tersebut sekaligus sebagai manifestasi rasa syukur kepada Tuhan, penghormatan kepada leluhur, sekaligus menjadi tolak bala. Acara ini juga dimeriahkan dengan hiburan campursari.

Kegiatan ini disambut antusias masyarakat sekitar. Mereka berbondong-bondong melihat rangkaian acara tersebut. Kepala Desa Gebangmalang Yeni Rahmawati mengatakan, tradisi sedekah bumi ini merupakan kearifan lokal yang harus terus dijaga dan dilestarikan.

Sebab, hal itu sudah menjadi bagian dari budaya, bahkan banyak terkandung nilai-nilai luhur yang patut dicontoh oleh generasi muda. ”Untuk itu kami mengajak generasi muda ikut dalam kegiatan seperti ini, agar mereka mengenal apa itu sedekah bumi yang digelar setiap tahun sekali,” katanya, kemarin (8/2).

Ia menyampaikan, kegiatan sedekah bumi dimulai dengan pembacaan doa bersama yang dihadiri masyarakat setempat. Doa bersama tersebut sebagai wujud syukur atas nikmat hasil bumi yang selama ini telah memenuhi kebutuhan warga.

Usai pembacaan doa bersama, acara lantas diramaikan dengan hiburan campursari sebagai bentuk pelestarian seni budaya. ’’Campursari bukan sekadar tontonan, tetapi juga tuntunan. Melalui kegiatan ini, kami berharap nilai-nilai budaya, kebersamaan, dan doa bersama untuk keselamatan desa dapat terus terjaga,’’ papar Yeni.

Belasan seniman gamelan, sinden, serta dalang tampil lengkap di atas panggung. Sementara warga tampak memenuhi area pendapa untuk menyaksikan jalannya pertunjukan. Dokumentasi foto juga menunjukkan penggunaan peralatan seni tradisional secara lengkap, serta pengamanan acara yang kondusif.

Acara tersebut terselenggara atas dukungan berbagai unsur desa. Di antaranya BPD, LPMD, RT, RW, TP PKK, BUMDes, serta partisipasi aktif masyarakat Desa Gebangmalang.

Dengan digelarnya pertunjukan campursari ini, Pemdes Gebangmalang menegaskan komitmennya untuk terus menjaga dan merawat warisan budaya lokal agar tetap lestari dan dikenal generasi muda di tengah perkembangan zaman.

’’Kami berharap acara ini dapat dinikmati seluruh masyarakat dan bisa semakin mencintai budaya lokal di Kabupaten Mojokerto. Sehingga dapat mempererat rasa kebersamaan demi membangun desa yang baik dan harmonis antarsesama,” pungkasnya. (oce/ris)

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #desa gebangmalang #kelana desa #Kecamatan Mojoanyar #Desa Kita #Desa Bisa Maju