NGORO - Misteri kematian Jaka Ari Yahya, penjaga warung kopi (warkop) di Desa Manduro Manggung Gajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, akhirnya terungkap. Pria 27 tahun asal Kota Probolinggo tersebut diduga meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya.
Pernyataan ini ditegaskan Kapolsek Ngoro Kompol Heru Purwandi, kemarin (28/4). Polisi telah menuntaskan proses penyelidikan terkait tewasnya penjaga warkop yang ditemukan pada Minggu (26/4).
Berdasarkan hasil visum pada jasad korban, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penyebab kematian korban yang mengarah pada tindakan kriminal. ’’Nihil. Tidak ada tanda-tanda kekerasan,’’ tegasnya, Selasa (28/4).
Saat awal ditemukan, ujar Heru, kondisi jenazah Jaka Ari Yahya memang mengeluarkan darah dari hidung dan mulut. Namun, hal itu tidak disebabkan karena penganiayaan, melainkan akibat penyakit yang diidapnya. ’’Indikasinya karena sakit. Dia (korban, Red) punya riwayat sakit paru-paru,’’ ulasnya.
Heru menyebut, indikasi tersebut juga telah dibenarkan oleh pihak keluarga yang turut dihadirkan polisi pada Senin (27/4). Saat itu juga, jenazah warga asal Desa Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, ini langsung disemayamkan. ’’Sudah dibawa pulang oleh pihak keluarganya dan dimakamkan,’’ tandas kapolsek.
Sementara terkait palu yang sempat diamankan polisi, benda tersebut terbukti tidak berkaitan dengan kematian korban. Demikian dengan sejumlah barang bukti lainnya yang juga sempat diamankan dari lokasi tempat kejadian perkara. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah