Oleh: Mohamad Zahrudin Sahri, M.E.*
*Kepala Bidang Expert Social Class Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto
PENDIDIKAN di era modern tidak lagi cukup hanya berfokus pada penguasaan teori semata, tetapi juga harus mampu melahirkan generasi yang produktif, kreatif, dan memiliki karakter yang kuat. Hal ini menjadi perhatian serius di lingkungan pesantren, termasuk di Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto. Sebagai lembaga pendidikan berbasis keislaman, pesantren ini terus berinovasi dalam mengembangkan program unggulan yang mampu menjawab tantangan zaman. Salah satu program tersebut adalah *Expert Social Class*, sebuah program yang dirancang untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan sosial dengan nilai-nilai keislaman.
Program *Expert Social Class* merupakan salah satu dari tujuh program unggulan yang digagas oleh Dr. KH. Ahmad Siddiq, S.E., M.M. sebagai pendiri dan pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto. Program ini mengusung motto *“Unggul Berbasis Karya”*, yang menekankan bahwa keberhasilan pembelajaran tidak hanya diukur dari pemahaman teori, tetapi juga dari kemampuan menghasilkan karya nyata. Karya tersebut dapat berupa tulisan ilmiah, penelitian, maupun produk intelektual lain yang relevan dengan bidang ilmu pengetahuan sosial.
Orientasi utama dari *Expert Social Class* adalah membentuk santri yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmu yang dimilikinya dalam kehidupan nyata. Oleh karena itu, program ini dirancang secara sistematis melalui lima pilar utama yang saling melengkapi.
Pertama, *Pembelajaran Social Sains & Olimpiade*. Program ini berfokus pada penguatan materi ekonomi, sosiologi, dan geografi. Tidak hanya memahami konsep dasar, santri juga dilatih untuk mengerjakan dan membahas soal-soal olimpiade sebagai persiapan menghadapi Olimpiade Siswa Nasional (OSN). Dengan metode ini, santri diharapkan memiliki kemampuan analisis yang tajam, berpikir kritis, serta mampu bersaing di tingkat nasional.
Kedua, *Life Social Skill*. Program ini menekankan pada pengembangan kemampuan komunikasi, khususnya *public speaking*. Santri dilatih untuk berani tampil di depan umum dan menyampaikan gagasan secara sistematis dan meyakinkan. Keterampilan ini sangat penting, karena ilmu yang dimiliki tidak akan bermanfaat secara maksimal tanpa kemampuan menyampaikannya kepada orang lain.
Ketiga, *Riset*. Dalam program ini, santri diajarkan dasar-dasar penelitian ilmiah yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan sosial. Mereka dilatih untuk mengidentifikasi masalah, mengumpulkan data, menganalisis, hingga menyusun laporan penelitian. Hasil riset tersebut kemudian diarahkan untuk dipublikasikan di media massa, sehingga tidak hanya menjadi tugas akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
Keempat, *Hafalan dan Pemahaman Ayat Al-Qur’an*. Program ini menjadi ciri khas yang membedakan *Expert Social Class* dengan program lainnya. Santri tidak hanya belajar ilmu sosial secara umum, tetapi juga mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan geografi, sosiologi, dan ekonomi. Dengan demikian, terjadi integrasi antara ilmu pengetahuan modern dengan nilai-nilai wahyu, sehingga santri memiliki landasan spiritual yang kuat dalam memahami ilmu.
Kelima, *Kunjungan Studi Riset*. Program ini merupakan kegiatan pembelajaran di luar kelas melalui kunjungan ke berbagai tempat seperti pabrik produksi, lembaga keuangan, BMKG, museum bersejarah, dan lain sebagainya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada santri dalam melakukan observasi atau pengamatan. Hasil dari kegiatan tersebut kemudian dituangkan dalam bentuk esai ilmiah, sehingga melatih kemampuan berpikir kritis dan analitis.
Melalui kelima program tersebut, *Expert Social Class* tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembelajaran, tetapi juga sebagai wadah pembentukan karakter dan kompetensi santri secara menyeluruh. Santri dibekali dengan ilmu pengetahuan, keterampilan, serta nilai-nilai keislaman yang seimbang. Hal ini sejalan dengan tujuan utama pendidikan pesantren, yaitu mencetak generasi yang berilmu, beramal, dan berakhlak mulia.
Dengan adanya program ini, diharapkan lahir sosok santri yang tidak hanya menjadi ahli dalam bidang agama, tetapi juga memiliki wawasan luas dalam ilmu pengetahuan sosial. Sosok yang mampu mengintegrasikan antara ilmu dan amal (*berilmu amaliyah*), serta menjadikan amal sebagai bagian dari implementasi ilmu (*beramal ilmiah*). Lebih dari itu, santri juga diharapkan memiliki perilaku yang mulia (*berakhlakul karimah*) sebagai pondasi utama dalam menjalani kehidupan.
Kesimpulannya, *Expert Social Class* merupakan inovasi pendidikan yang sangat relevan dalam menghadapi dinamika zaman yang terus berkembang. Program ini mampu menjembatani antara ilmu pengetahuan modern dan nilai-nilai keislaman, serta mendorong santri untuk menghasilkan karya yang bermanfaat. Dengan pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi, program ini optimis dapat melahirkan generasi santri intelektual yang siap berkontribusi bagi agama, bangsa, dan masyarakat luas. (*)
Editor : Fendy Hermansyah