Kiano, sapaan akrabnya, tak memungkiri bahwa dirinya telah banyak mengikuti ajang bakat dan kejuaraan. Ia juga pernah menyandang gelar Wakil 2 Gus Yuk Cilik Kabupaten Mojokerto 2022. Beragam pengalaman tersebut menjadi bekal berharga dalam perjalanan prestasinya.
Pengalaman selama proses karantina hingga malam puncak menjadi momen yang sangat membanggakan dan tak terlupakan baginya. Dari karantina pada 14–16 Februari 2026 hingga grand final, ia mendapatkan banyak pelajaran berharga.
" Semoga amanah ini bisa saya jalankan dengan penuh tanggung jawab untuk terus mengenalkan melestarikan dan membanggakan budaya yang ada di Jawa timur kepada generasi muda dan terima kasih kepada semua orang yang telah mendukung dan mendoakan saya, bisa membawa nama kabupaten Mojokerto," ungkap Kiano yang masih duduk di bangku SMPN 4 Kota Mojokerto.
Sebagai pemenang Duta Budaya Cilik Jawa Timur 2026, ia berharap dapat menjadi contoh bagi anak-anak maupun generasi muda untuk mencintai, mempelajari, dan melestarikan budaya daerah sejak dini.
"Ya salah satunya melalui karya media sosial dan kegiatan positif. Harapannya budaya Jawa Timur dapat dikenal lebih luas tetap hidup di tengah perkembangan jaman dan terus diwariskan dari generasi ke generasi semoga langkah kecil ini memberi dampak besar bagi masa depan budaya yang ada di Jawa Timur," ungkap remaja kelahiran Mojokerto, 3 Oktober 2011.
Kiano juga menegaskan bahwa prestasi yang diraihnya tidak lepas dari dukungan orang tua, keluarga besar, guru, dan teman-temannya.
"Mereka luar biasa. Dan hasilnya mendapat juga The Best Supporter saat grand final," pungkasnya. (rif/fen)
Editor : Fendy Hermansyah