Anggota Komisi I DPRD Kota Mojokerto itu memiliki keyakinan, ketika perempuan dan ibu diberdayakan, keluarga akan semakin kuat dan masyarakat pun ikut maju. ”Hari Ibu bagi saya adalah hari spesial sekaligus momen refleksi tentang peran luar biasa seorang ibu, baik di dalam keluarga maupun di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Dhita, ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Tempat di mana nilai, kasih sayang, dan karakter ditanamkan sejak dini. Dari keteladanan seorang ibu, generasi yang kuat, berempati, dan berdaya terlahir.
Sebagai perempuan yang diamanahi menjadi anggota DPRD, politikus Golkar itu berkomitmen untuk terus menyuarakan aspirasi perempuan dan ibu dalam isu kesehatan, pendidikan, perlindungan anak, hingga penguatan ekonomi keluarga. Sebab, dirinya percaya, pemberdayaan perempuan dan ibu akan membuat keluarga semakin kuat dan masyarakat menjadi maju.
”Di Hari Ibu ini saya menyampaikan terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh ibu. Perjuangan ibu mungkin sering sunyi, tetapi dampaknya sangat besar bagi masa depan bangsa. Mari kita upayakan menjadi ibu yang kuat dan mandiri. Selamat Hari Ibu, teruslah menjadi sumber cinta, kekuatan, dan inspirasi bagi anak-anak kita, keluarga, serta sekitar,” pesannya.
Tak terbatas dalam keluarga, Dhita melanjutkan, peran ibu di era sekarang semakin luas. Tak sedikit perempuan yang bekerja sebagai tulang punggung keluarga. Banyak di antara mereka yang berkontribusi di bidang sosial, pendidikan, ekonomi, hingga pemerintahan.
”Peran ini merupakan kekuatan besar dalam pembangunan daerah. Karena itu, kebijakan publik perlu semakin memberi ruang, perlindungan, dan keberpihakan kepada perempuan dan ibu agar dapat terus berkembang tanpa meninggalkan peran mulianya dalam keluarga,” tuturnya. (adi/ris)
Editor : Fendy Hermansyah