Lahir pada tahun 1982, dr Dwi Indah Kusumaningrum, Sp.B, adalah sosok inspiratif yang mencerminkan semangat Kartini masa kini. Sebagai seorang ibu dari satu anak, beliau membuktikan perempuan mampu meraih pendidikan tinggi tanpa melupakan kodratnya sebagai istri dan ibu.
Bergelut di bidang medis, menurut Dwi, menjadi dokter adalah profesi yang penuh tantangan. Menempuh pendidikan spesialis bedah di Universitas Airlangga, dia menyelesaikan program PPDS Bedah dan resmi menyandang gelar Spesialis Bedah 2018 lalu. ’’Kemudian di tahun berikutnya, saya mulai bergabung dengan keluarga besar RSUD RA Basoeni. Saya merasa spesial dan bangga berada di RS ini, karena menjadi satu-satunya dokter bedah perempuan,’’ katanya.
Menurutnya, menjadi tenaga medis punya banyak bekal untuk melayani masyarakat. Mulai dari keteguhan hati, keilmuan mumpuni, dan dedikasi tanpa batas. Sebab, bagi dia, hal tersebut menjadi simbol kekuatan, kelembutan, dan keteladanan. ’’Saya punya prinsip menjadi perempuan mandiri tanpa melupakan kodrat sebagai istri dan ibu. Ini tentu menjadi cerminan nilai-nilai luhur Kartini yang terus relevan hingga saat ini,’’ papar dia.
Dia menambahkan, di era masa kini, menjadi apa atau tidak menjadi apa-apa, tergantung pada dirinya sendiri. Bagi yang bercita-cita tinggi, berusaha keras, memiliki kepercayaan diri dan optimisme mereka akan sukses. ’’Berkat perjuangan Kartini, saat ini kaum wanita bisa bersaing dengan siapapun, termasuk dengan kaum laki-laki di mana dan kapan saja. Saya juga berhasil menjadi dokter bedah perempuan berkat perjuangan Kartini,’’ tuturnya.
Partisipasi kaum perempuan dalam kehidupan yang luas menjadi kebutuhan yang sangat diperlukan. Oleh karenanya, secara terus-menerus pemerintah memberikan peran kaum hawa bersama untuk menata kondisi kemasyarakatan agar berjalan seimbang. ”Kini kita memiliki banyak institusi yang dibentuk khusus mewadahi partisipasi kaum perempuan dalam gerak pembangunan. Semua itu dilakukan agar perempuan memperoleh fasilitas dan keleluasaan mengembangkan kreativitas,” ungkap Dwi Indah.
Dalam dunia yang terus berkembang, dia juga ingin menunjukkan perempuan bisa berdiri tegak di garis depan. Menyelamatkan nyawa, membangun keluarga, dan menginspirasi sesama. ’’Kaum perempuan pada saat ini harus diisi dengan pemikiran dan gagasan untuk meningkatkan keberdayaan di setiap aspek kehidupan. Termasuk peran ganda dalam lingkungan keluarga sebagai tanggung jawab utama,” tukasnya. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi