Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Hari Pertama Masuk Sekolah Usai Tragedi Outing Class SMPN 7 Mojokerto, SD-SMP di Kota Gelar Tahlil, Gerbang SMPN 7 Dijaga Ketat

Indah Oceananda • Jumat, 31 Januari 2025 | 15:15 WIB
DOA BERSAMA: Siswa SMPN 8 Mojokerto membaca Yasin dan tahlilan bersama di ruang kelas masing-masing.
DOA BERSAMA: Siswa SMPN 8 Mojokerto membaca Yasin dan tahlilan bersama di ruang kelas masing-masing.

Hari Pertama Masuk Sekolah usai Tragedi Outing Class di Pantai Drini, Yogyakarta

Dunia pendidikan di Kota Mojokerto turut berduka atas tragedi outing class SMPN 7 di Pantai Drini, Yogyakarta, Selasa (28/1) lalu. Seluruh siswa maupun guru SD-SMP serentak membaca tahlil sebelum pembelajaran dimulai sekaligus doa bersama.

INDAH OCEANANDA, Kota

SEPERTI di SMP Negeri 8 Mojokerto. Seluruh siswa maupun gurunya menggelar tahlilan di ruang kelas masing-masing. Hari pertama masuk sekolah usai libur panjang sejak Senin (27/1) lalu, kondisi pembelajaran justru diselimuti suasana berkabung. ’’Cuaca gerimis, jadi (tahlilan) tidak di lapangan, bergeser di kelas masing-masing. Semua dipimpin secara sentral dari TU menggunakan pengeras suara di kelas, yasin dan tahlilannya dipimpin dari ruang guru,’’ ujar Siti Nuryati, Kepala SMPN 8 Mojokerto.

Ada siswa yang membaca Yasin dari buku, ada pula yang membaca lewat gawai pintar. Siti mengungkapkan, tahlilan ini akan digelar selama enam hari kedepan. Pelaksanaannya dimulai sebelum mengawali pembelajaran. ’’Sesuai imbauan dari Dikbud, selama tujuh hari ini menggelar tahlilan. Pelaksanaan tiap sebelum pembelajaran dimulai,’’ paparnya.

Di SMPN 7 Mojokerto, pantauan dari Jawa Pos Radar Mojokerto, lingkungan sekolah tampak lengang. Meskipun proses pembelajaran tetap berlangsung seperti biasa, namun kegiatan dibatasi. Pintu masuk sekolah dijaga ketat oleh petugas keamanan sekolah dan guru. Bahkan, siswa keluar masuk melalui gerbang tersebut dilarang bergerombol. ’’Kegiatan belajar mengajar tetap seperti biasa,’’ kata Kepala Dikbud Kota Mojokerto Ruby Hartoyo.

Ruby menyebutkan, dalam waktu dekat, siswa akan diberi trauma healing pasca musibah yang dialami siswa kelas VII dan VIII pada kegiatan outing class, Senin (27/1) lalu. Terutama, bagi sembilan korban yang selamat usai terseret ombak. ’’Akan kita beri trauma healing, khususnya bagi sembilan korban tersebut. Ada pendampingan dari dinas sosial dan kemenag nantinya,’’ papar dia.

Di samping itu, terhitung kemarin, pihaknya telah mewajibkan seluruh satuan pendidikan untuk menggelar tahlilan. Aksi tersebut digelar 10 menit sebelum aktivitas pembelajaran dimulai. ’’Baik SD maupun SMP melakukan tahlilan. Pukul 07.45 dimulai. Ini sebagai bentuk ungkapan dukacita kita dan mendoakan bagi korban SMPN 7 Mojokerto dan musibah yang dialami,’’ tandasnya. (fen)

Editor : Hendra Junaedi
#Outing Class #Doa Bersama #smpn 7 kota mojokerto #tahlil