JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Di saat bluetooth nirkabel atau True Wireless Stereo (TWS) semakin mendominasi pasar, kini muncul tren yang cukup menarik di kalangan Generasi Z.
Perangkat audio berkabel yang sempat dulu dianggap kuno dan tidak praktis ternyata sekarang mulai kembali digunakan oleh banyak kalangan anak muda.
Fenomena tersebut terlihat dari berbagai unggahan di media sosial, mulai dari Tik Tok, Instagram, hingga X. Tidak sedikit Gen Z yang memperlihatkan penggunaan headset kabel saat mendengarkan musik, belajar, bekerja, hingga bepergian.
Padahal, beberapa tahun lalu perangkat berkabel dianggap sebagai teknologi lama yang perlahan ditinggalkan karena kehadirannya TWS dan headset Bluetooth.
Sebagian banyak orang mengira kembalinya headset kabel hanya karena faktor tren atau nostalgia. Tetapi nyatanya, ada sejumlah alasan praktis yang membuat perangkat tersebut kembali diminati.
Bagi sebagian Gen Z, headset kabel menawarkan pengalaman yang berbeda dibandingkan perangkat Bluetooth. Selain lebih sederhana, perangkat tersebut dianggap lebih bisa diandalkan untuk berbagai aktivitas sehari-hari.
Jadi, tren yang muncul sekarang ini tidak hanya didorong oleh gaya hidup, tetapi juga oleh pertimbangan fungsi dan kenyamanan penggunaan.
Salah satu alasan yang paling sering disebut adalah kualitas audio. Di headset kabel, suara dikirim langsung melalui kabel menuju perangkat audio tanpa melalui proses transmisi nirkabel.
Hal tersebut yang membuat kualitas suara cenderung lebih stabil dan minim gangguan.
Baca Juga: Pastikan Pemindahan Ibu Kota lewat Skema Multiyears
Bagi penikmat musik, kualitas audio menjadi faktor penting. Banyak pengguna merasa suara yang dihasilkan headset kabel terdengar lebih detail, terutama ketika digunakan untuk mendengarkan musik dengan kualitas tinggi.
Meskipun teknologi Bluetooth saat ini sudah berkembang pesat dan mampu menghasilkan kualitas audio yang sangat baik, sebagian pengguna masih menganggap koneksi kabel memberikan pengalaman mendengarkan yang lebih konsisten.
Keunggulan lain yang membuat headset kabel kembali dilirik adalah tidak memerlukan baterai. Pengguna cukup menyambungkannya ke perangkat dan langsung bisa digunakan.
Tidak ada kebutuhan untuk mengisi daya, membawa casing pengisian, atau khawatir baterai habis di tengah aktivitas. Bagi pelajar, mahasiswa, pekerja, maupun pengguna yang sering bepergian, hal tersebut menjadi nilai tambah tersendiri.
Harga juga menjadi salah satu faktornya. Saat kondisi ekonomi membuat banyak orang lebih selektif dalam berbelanja, headset kabel menjadi alternatif yang menarik karena umumnya dijual dengan harga lebih terjangkau dibandingkan TWS.
Bahkan pada rentang harga yang sama, beberapa headset kabel mampu menawarkan kualitas suara yang lebih baik dibandingkan perangkat Bluetooth kelas pemula.
Bagi kalangan Gen Z yang terkenal cukup cermat dalam mengatur pengeluaran, hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa headset kabel kembali dipertimbangkan.
Headset kabel juga masih menjadi pilihan utama bagi banyak gamer. Alasannya yaitu latensi atau jeda suara yang sangat rendah. Karena dalam permainan kompetitif, perbedaan sepersekian detik bisa mempengaruhi performa pemain.
Jadi, koneksi kabel mampu menghadirkan suara secara langsung tanpa keterlambatan yang biasanya masih mungkin terjadi pada koneksi Bluetooth.
Ukuran TWS yang kecil memang praktis dibawa ke mana saja, tetapi juga lebih mudah hilang. Tidak sedikit pengguna yang kehilangan salah satu earphone atau bahkan casing pengisi dayanya.
Baca Juga: Mahasiswa Buka Posko Pengaduan Galian C Ilegal
Kondisi tersebut sering kali membuat pengguna harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli perangkat baru.
Sebaliknya, headset kabel umumnya lebih mudah ditemukan dan lebih sulit tercecer karena kedua earpiece masih terhubung melalui kabel. Meskipun terlihat sederhana, faktor tersebut ternyata cukup berpengaruh bagi sebagian pengguna.
Selain faktor fungsional, ada juga unsur gaya hidup yang ikut mendorong popularitas headset kabel. Dalam beberapa tahun terakhir, tren "retro tech" atau teknologi lawas kembali populer di kalangan anak muda.
Mulai dari kamera digital jadul, pemutar musik MP3, konsol game lama, hingga ponsel lipat kembali mendapat perhatian.
Headset kabel ikut menjadi bagian dari tren tersebut. Banyak Gen Z menganggap perangkat ini memiliki nilai estetika tersendiri karena mengingatkan pada era awal smartphone dan budaya digital tahun 2000-an.
Meskipun headset kabel kembali populer, bukan berarti perangkat Bluetooth akan ditinggalkan. TWS masih menjadi pilihan utama banyak orang karena menawarkan berbagai keunggulan, seperti:
-
Praktis tanpa kabel.
-
Nyaman digunakan saat berolahraga.
-
Mudah dibawa ke mana saja.
-
Memiliki fitur Active Noise Cancellation (ANC).
-
Terhubung cepat dengan berbagai perangkat modern.
Jadi, tren yang terjadi saat ini lebih tepat disebut sebagai kebangkitan kembali headset kabel, bukan penggantian total terhadap perangkat Bluetooth.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa perkembangan teknologi tidak selalu membuat produk lama menghilang. Jadi, teknologi yang dianggap usang justru kembali diminati karena mampu menawarkan kelebihan yang masih dibutuhkan oleh pengguna modern.
LULUS
Editor : Imron Arlado