JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Ketika berbicara tentang musim dingin, banyak orang langsung membayangkan negara-negara yang memiliki empat musim dengan hamparan salju yang menutupi jalanan dan pegunungan. Namun siapa sangka, Indonesia yang dikenal sebagai negara tropis ternyata juga memiliki fenomena alam yang menghadirkan suasana menyerupai musim dingin. Salah satu fenomena tersebut adalah kemunculan embun es di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur.
Fenomena embun es di Gunung Bromo menjadi peristiwa yang selalu dinantikan setiap tahun, terutama oleh wisatawan dan fotografer. Pemandangan rumput serta tanaman yang tertutup lapisan kristal es tipis menciptakan panorama yang berbeda dari biasanya. Tidak sedikit pengunjung yang menyebut fenomena ini sebagai "salju Bromo" karena sekilas memberikan kesan seperti pemandangan musim dingin di negara-negara subtropis.
Meski sering disebut sebagai salju, fenomena yang terjadi di Bromo sebenarnya adalah embun yang membeku akibat suhu udara yang sangat rendah. Pada musim kemarau, suhu di kawasan Gunung Bromo dapat turun hingga mendekati titik beku pada malam hingga menjelang pagi hari.
Baca Juga: Setahun, 854 Ribu Penumpang Naik Trans Jatim Koridor VI
Kondisi tersebut membuat embun yang menempel di permukaan daun, rumput, dan tanah berubah menjadi kristal-kristal es yang terlihat berkilauan saat terkena sinar matahari pagi.
Fenomena ini biasanya terjadi pada periode musim kemarau, terutama antara bulan Juni hingga Agustus. Pada saat itu, langit cenderung cerah dengan tingkat kelembapan yang lebih rendah dibandingkan musim hujan. Minimnya tutupan awan membuat panas dari permukaan bumi lebih cepat terlepas ke atmosfer saat malam hari. Akibatnya, suhu udara mengalami penurunan drastis hingga cukup dingin untuk membekukan embun yang berada di permukaan tanaman.
Letak geografis Gunung Bromo juga menjadi faktor utama yang mendukung terbentuknya embun es. Berada di kawasan pegunungan dengan ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut, suhu udara di wilayah ini memang jauh lebih rendah dibandingkan daerah dataran rendah. Saat kondisi cuaca mendukung, suhu dapat mencapai angka yang cukup ekstrem untuk ukuran wilayah tropis.
Masyarakat setempat mengenal fenomena ini dengan sebutan "Embun Upas". Istilah tersebut sudah digunakan sejak lama karena embun es dapat memberikan dampak pada tanaman pertanian yang berada di sekitar kawasan pegunungan.
Suhu yang terlalu dingin berpotensi merusak daun dan menghambat pertumbuhan tanaman tertentu. Meski demikian, fenomena yang sempat menjadi kekhawatiran bagi petani justru berubah menjadi daya tarik wisata yang mendatangkan banyak pengunjung setiap tahunnya.
Keindahan embun es biasanya dapat dinikmati pada dini hari hingga beberapa saat setelah matahari terbit. Saat sinar matahari mulai menyinari kawasan Bromo, kristal-kristal es memantulkan cahaya sehingga menghasilkan pemandangan yang sangat memukau. Momen inilah yang paling banyak diburu oleh wisatawan dan fotografer karena menciptakan lanskap alam yang unik dan jarang ditemukan di Indonesia.
Kawasan Padang Savana dan Bukit Teletubbies menjadi beberapa lokasi favorit untuk menyaksikan fenomena ini. Hamparan rumput yang tertutup embun beku menciptakan pemandangan berwarna putih keperakan yang terlihat sangat kontras dengan latar belakang pegunungan.
Suasana dingin yang menyelimuti area tersebut semakin memperkuat kesan seolah-olah pengunjung sedang berada di negara yang tengah memasuki musim dingin.
Fenomena embun es di Gunung Bromo menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki keragaman alam yang luar biasa. Di tengah citra sebagai negara beriklim tropis dengan suhu hangat sepanjang tahun, ternyata terdapat wilayah-wilayah tertentu yang mampu menghadirkan kondisi cuaca ekstrem dan pemandangan yang tidak biasa. Keunikan inilah yang membuat Gunung Bromo terus menjadi salah satu destinasi wisata alam paling populer di Indonesia.
Bagi wisatawan yang ingin menyaksikan langsung fenomena ini, musim kemarau merupakan waktu yang paling ideal untuk berkunjung. Selain peluang munculnya embun es lebih besar, kondisi cuaca yang cenderung cerah juga memungkinkan pengunjung menikmati panorama Gunung Bromo secara lebih maksimal.
Dengan udara yang sejuk, lanskap pegunungan yang menawan, serta fenomena alam yang langka, tidak heran jika embun es di Bromo selalu menjadi daya tarik yang mampu memikat wisatawan dari berbagai daerah bahkan mancanegara.
NENSI
Editor : Imron Arlado