JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Meski terdapat larangan, namun banyak pengguna jalan yang berhenti di atas jembatan kembar di jalur Pacet-Cangar. Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jatim menyatakan, akan mengintensifkan patroli gabungan dan menambah rambu-rambu peringatan.
Kasi Dalops UPT P3 LLAJ Mojokerto Dishub Jatim Akhmad Yazid tak menampik bahwa masih banyak pengguna jalan yang berhenti di jembatan yang berada di perbatasan Kabupaten Mojokerto-Kota Batu. Karena itu, pihaknya menyebut akan meningkatkan patroli gabungan bersama pengelola Taman Hutan Raya (Tahura) R. Soerjo.
Baca Juga: HalalBihalal JW Group Perkuat Sinergi dengan Nuansa Jawa Kuno di The Alana Hotel Malang
”Sebenarnya sudah sering kami patroli rutin bersama pihak Tahura, namun dan masih menjumpai banyak pengendara berhenti di sepanjang jembatan,” tandasnya, kemarin (5/4).
Sejauh ini, ungkap Yazid, para pelanggar masih diberikan peringatan teguran agar tidak melakukan aktivitas di atas jembatan. Baik sekadar berhenti, parkir kendaraan, maupun berswafoto, lantaran mengganggu arus lalu lintas. Di samping itu, hal tersebut juga dapat membahayakan keselamatan.
Baca Juga: Dirut BULOG Pastikan Penyaluran Bantuan Pangan Tepat Sasaran di Mojokerto
”Selain itu, beban jembatan jadi bertambah. Sehingga dikhawatirkan bisa merusak konstruksinya,” papar dia.
Guna menekan angka pelanggar, Dishub Jatim bakal menambah rambu peringatan di dua bentangan jembatan di jalur alternatif Pacet-Cangar ini.
”Dalam waktu dekat kami akan melakukan koordinasi dengan beberapa pihak terkait untuk menambah papan peringatan di lokasi tersebut,” pungkas dia. (ram/ris)
Editor : Imron Arlado