JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Setelah menikmati libur panjang lebaran yang penuh kehangatan bersama keluarga, para siswa kini harus menghadapi rutinitas sekolah. Sehingga seiring berakhirnya liburan para siswa dituntut untuk kembali fokus pada kegiatan belajar mereka.
Perubahan suasana dari santai selama liburan ke rutinitas sekolah bukanlah hal yang mudah. Banyak siswa yang masih terbawa suasana liburan, seperti bangun siang, tidur larut malam dan bermain lebih lama. sehingga kondisi ini membuat proses adaptasi menjadi tantangan bagi para siswa, terutama pada hari pertama masuk sekolah.
Meski begitu, sebagian siswa mulai menunjukkan semangat baru saat kembali bersekolah. Bertemu dengan teman-teman dan guru menjadi salah satu hal yang paling dinantikan. Suasana kelas yang kembali ramai juga dapat membantu siswa untuk perlahan menyesuaikan diri dengan ritme belajar mereka yang sempat terhenti selama masa liburan.
Baca Juga: Pembelajaran Daring Berakhir, Guru Kembali Hadapi Tantangan Mengajar di Kelas
Guru juga memiliki peran penting dalam membantu proses adaptasi ini, dengan pendekatan yang lebih santai dan komunikatif di awal pertemuan siswa akan merasa lebih nyaman dan tidak terbebani. Ada beberapa guru juga memanfaatkan momen seperti ini untuk mengajak para siswa berbagi cerita tentang pengalamannya selama lebaran.
Selain dukungan dari guru, dukungan orang tua juga sangat dibutuhkan. Orang tua dapat membantu anak mengatur kembali pola tidur, mengingatkan jadwal sekolah dan membatasi waktu bermain mereka.
Seiring berjalannya waktu, siswa akan kembali terbiasa dengan rutinitas yang mereka lakukan untuk kembali bersekolah. Masa adaptasi ini menjadi salah satu jembatan dari suasana liburan ke kehidupan sekolah yang lebih terstruktur. Dengan niat dan semangat baru, siswa diharapkan mampu kembali fokus belajar dan meraih prestasi yang lebih baik setelah melewati hangatnya momen Lebaran.
TISA
Editor : Imron Arlado