JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Memasuki bulan Syawal 1447 H, umat Islam merayakan Idul Fitri sebagai tanda penutup bulan Ramadan. Hari raya ini sering disebut sebagai hari kemenangan.
Yaitu umat Islam telah menyelesaikan ibadah puasa sebulan penuh dengan menahan diri, memperbanyak ibadah, dan memperbaiki diri. Idul Fitri menjadi momen untuk bersyukur kepada Allah SWT.
Pada pagi hari tanggal 1 Syawal, umat Islam melaksanakan salat Idul Fitri berjamaah di masjid atau lapangan luas. Setelah itu, suasana berubah menjadi hangat dan penuh kebersamaan.
Orang-orang saling memaafkan atas kesalahan yang pernah terjadi, baik disengaja maupun tidak, saling mendoakan kebaikan dan saling mengucapkan selamat hari raya idul fitri.
Salah satu tradisi khas masyarakat Indonesia saat Syawal adalah halalbihalal. Tradisi tersebut adalah kegiatan berkumpul untuk bersilaturahmi dan bermaaf-maafan secara langsung.
Halalbihalal biasanya dilakukan bersama keluarga besar, tetangga, teman, hingga rekan kerja. Kegiatan ini dapat berlangsung di rumah, masjid, kantor, atau lingkungan masyarakat. Dengan tujuan utamanya yaitu mempererat hubungan dan menjaga keharmonisan sosial setelah Ramadan.
Selain halalbihalal, kebersamaan keluarga menjadi bagian paling penting dari perayaan Syawal. Banyak orang pulang ke kampung halaman untuk berkumpul dengan orang tua dan saudara.
Mereka saling bertemu, makan bersama, dan menikmati hidangan khas Lebaran seperti ketupat, opor ayam, rendang, dan berbagai kue tradisional. Momen ini telah memperkuat hubungan keluarga lintas generasi dan menciptakan suasana hangat penuh kasih sayang.
Jadi, perayaan Syawal tidak hanya bermakna sebagai pesta setelah puasa, tetapi juga sebagai waktu untuk memperbaiki hubungan dengan sesama, mempererat persaudaraan, dan menjaga nilai kebersamaan.
LULUS
Editor : Imron Arlado