Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Fendy Suhartanto, S.S., Gr, Upayakan Kolaborasi Pendidikan Lingkungan dan Literasi

Indah Oceananda • Minggu, 1 Februari 2026 | 04:00 WIB

Fendy Suhartanto, S.S., Gr. Juara III Guru Favorit Jenjang SMA/SMK 2025
Fendy Suhartanto, S.S., Gr. Juara III Guru Favorit Jenjang SMA/SMK 2025
Juara III Guru Favorit Jenjang SMA/SMK 2025

Sangat sulit menentukan definisi guru yang ideal. Namun, bagi Fendy Suhartanto, definisi guru mestinya harus ada di realitas. Baik dalam mendampingi anak didiknya belajar. Di kelas atau di luar ruang kelas.

MEMULAI karir sebagai seorang guru, sudah dimulai peraih Juara 3 Guru Favorit Jawa Pos Radar Mojokerto 2025 ini sejak 2007. Kurang lebih selama 18 tahun menjadi pendidik, Fendy kerap memberikan ruang dialog antara guru dan murid. ’’Pada akhirnya, tugas guru itu menginspirasi murid untuk belajar dan menjadi manusia pembelajar sepanjang hayat,’’ katanya.

Sebagai guru SMAN 1 Puri, pria asal Jatirejo ini mencoba mendekatkan sejarah dengan murid. Karena murid Gen-Z umumnya menganggap masa lalu itu jauh dari mereka. Padahal masa lalu itu dekat dengan kita. ’’Sejarah itu polanya bisa berulang. Sangat mungkin kita hari ini hanya mengulang-ulang masa lalu. Ini untuk memantik pemikiran kritis mereka,’’ terang pria 43 tahun ini.

Selain itu, dalam kegiatan pembelajaran, Fendy mengajak siswa mengeksplorasi peninggalan sejarah di sekitar. Kemudian membuat video eksplorasi tersebut. ’’Artinya, kita harus membuat senang dulu dengan pelajarannya,’’ tuturnya.

Pembelajaran abad 21 tentu tidak dapat dipisahkan dari teknologi informasi. Baginya, laptop, LCD proyektor, dan internet menjadi sangat penting di ruang kelas. ’’Saya akan memanfaatkan media tersebut untuk melayani gaya belajar murid yang beragam. Melalui internet mempermudah akses terhadap sumber belajar,’’ paparnya. Baik dari berbagai bentuk game belajar dan kuis, yang mana menjadi bagian dunia digital yang memang dekat dengan murid.

Warga Desa Lebakjabung, Kecamatan Jatirejo ini, bercit-cita mewujudkan pendidikan yang berkolaborasi untuk melestarikan alam dan menumbuhkan literasi. Menurutnya, pendidikan tidak boleh tercerabut dari dua hal itu. Terlebih, keduanya di SMAN 1 Puri merupakan program sekolah. ’’Sebagai Sekolah Adiwiyata dan Sekolah Literasi, kita butuh generasi yang melek literasi (kritis, kreatif, dan inovatif) tetapi juga peduli lingkungan,’’ paparnya.

Jika belajar dari sejarah, wilayah Mojokerto pernah mengalami banjir besar pada 2004. Sekitar seratus tahun lalu, tepatnya April 1896 wilayah Mojokerto dilanda banjir bandang. Jika wilayah selatan Mojokerto, yang didominasi daerah pegunungan mengalami kerusakan hutan dan sungai, maka banjir bandang akan menjadi siklus bencana. ’’Sehingga, kita hanya punya satu bumi, jangan dirusak bersama. Untuk itu, saya berharap dapat mengkolaborasikan antara pendidikan lingkungan dengan literasi,’’ tandasnya. (oce/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#guru mojokerto #SMAN 1 Puri #guru favorit mojokerto #guru favorit 2025