Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Jangan Remehkan Nyeri Menstruasi, Ini Penyebab dan Cara Menguranginya

Imron Arlado • Jumat, 16 Januari 2026 | 18:11 WIB

Berikut penyebab dan cara mengurangi nyeri mens!
Berikut penyebab dan cara mengurangi nyeri mens!

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Nyeri menstruasi seringkali dianggap hal wajar dan diterima begitu saja. Sebagian banyak perempuan, menahan sakit, tetap beraktivitas dan menganggap sebagai konsekuensi alami.

Padahal nyeri menstruasi merupakan sinyal dari tubuh yang harus dipahami dan berkaitan dengan kondisi hormonal, gaya hidup, hingga masalah kesehatan tubuh.

Menstruasi akan terjadi ketika sel telur tidak dibuahi. Hingga terjadilah lapisan dinding rahim yang menebal selama siklus sebelumnya harus lepas dan nantinya dikeluarkan melalui vagina. Untuk melepaskan lapisan itu harus mengalami kontraksi.

Kontraksi ini yang menyebabkan munculnya nyeri dibagian perut. Diproses ini tubuh memproduksi hormon prostaglandin. Prostaglandin berperan untuk merangsang kontraksi rahim.

Jika hormon tersebut terlalu tinggi, kontraksi akan lebih kuat dan sering. Akan menimbulkan kram atau nyeri di perut bagian bawah, hingga menjalar ke pinggang, punggung, dan paha.

Nyeri mens memiliki tingkat keparahan yang berbeda pada setiap perempuan. Ada yang terasa ringan ada juga yang mengalami nyeri hebat. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa hal.

 

Baca Juga: Banjir Luapan Kali Lamong di Mojokerto Butuh Kolaborasi Pemda, Desa, dan BBWS

 

Nyeri menstruasi premier merupakan jenis yang umum. Nyeri tersebut merupakan respons alami tubuh terhadap perubahan hormon (kontraksi rahim). Biasanya nyeri ini tidak berkaitan dengan penyakit tertentu.

Sedangkan nyeri mens sekunder sebagian disebabkan oleh kondisi medis tertentu. Jenis tersebut penyebab nyeri menstruasi yang sangat intens dan akan berkepanjangan.

Salah satu diantaranya adalah endometriosis, merupakan kondisi jaringan yang mirip dengan lapisan rahim yang tumbuh di luar rahim.

Faktor gaya hidup juga berperan. Kurangnya aktivitas, stres, pola tidur yang buruk, dan konsumsi makanan tinggi garam dan kafein juga dapat mempengaruhi nyeri saat mens.

Nyeri mens yang diabaikan secara terus-menerus akan menyebabkan kelelahan fisik dan emosional. Sebagian perempuan terpaksa menunda pekerjaan, sulit berkonsentrasi, dan mengganggu tidur akibat nyeri yang dirasakan.

Dalam jangka panjang, jika nyeri mens tidak ditangani akan memicu stres dan kecemasan berlebih menjelang menstruasi. Jika nyeri mens merupakan gejala dari kondisi medis tertentu, justru dapat menyebabkan masalah kesehatan.

Salah satu cara yang paling sederhana, efektif dan aman dengan cara mengompres hangat pada area perut dan pinggang. Karena suhu hangat dapat membantu merelaksasi otot rahim dan melancarkan aliran darah.

Baca Juga: Pemalsu STNK di Mojokerto Divonis Satu Tahun Tiga Bulan

Meski terasa malas saat menstruasi, aktivitas ringan dapat membantu mengurangi nyeri. Dengan gerakan peregangan, yoga, atau berjalan santai sangat membantu meningkatkan produksi hormon endorfin (hormon alami sebagai pereda nyeri).

Mengkonsumsi makanan kaya zat besi, magnesium, dan omega-3 juga dapat membantu mengurangi nyeri mens. Sayuran hijau, ikan, kacang-kacangan, dan buah-buahan bisa jadi opsi untuk mendukung kesehatan selama menstruasi.

Stres dapat memengaruhi keseimbang hormon dan sensitivitas terhadap rasa sakit. Saat mens sangat dibutuhkan istirahat yang cukup karena dapat membantu meredakan ketegangan.

LULUS

 

Editor : Imron Arlado
#siklus menstruasi #tips #hormon #nyeri menstruasi #kesehatan perempuan #edukasi