Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

OBITUARI! Wali Kota Mojokerto Periode 1968-1974, Chabib Sjarbini Berpulang

Indah Oceananda • Rabu, 3 Desember 2025 | 14:25 WIB

 

DARI MASA KE MASA: Deretan foto Wali Kota Mojokerto dari masa kolonial, pendudukan Jepang, hingga kemerdekaan RI yang dipajang di Balai Kota Mojokerto.
DARI MASA KE MASA: Deretan foto Wali Kota Mojokerto dari masa kolonial, pendudukan Jepang, hingga kemerdekaan RI yang dipajang di Balai Kota Mojokerto.
KOTA - Kabar duka datang dari mantan Wali Kota Mojokerto periode 1968-1974, Chabib Sjarbini. Ia dikabarkan meninggal dunia di kampung halamannya Banyumas, Jawa Tengah, Senin (1/12) lalu. Kepergian Chabib Sjarbini yang tutup usia 92 tahun menjadi kehilangan bagi masyarakat Kota Mojokerto.

Ayuhanafiq, sejarawan Mojokerto mengungkapkan, Chabib Sjarbini menggantikan Wali Kota Soedibjo yang saat itu setelah habis masa jabatannya. ’’Dia mulai menjabat sebagai wali kota Mojokerto pada masa peralihan politik. Situasi di mana masyarakat mengalami trauma pasca tragedi pemberontakan PKI. Karena yang meminta adalah KH Achyat Chalimy, dirinya tidak berani menolak,’’ katanya.

Sebelum menjadi wali kota, Chabib Sjarbini sempat menjabat sebagai kepala Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto. Selama masa kepemimpinannya yang dibantu oleh Achmad Rifa’i. Almarhum juga dikenal kerap turun langsung ke lapangan untuk bertemu warga dan melihat kondisi riil masyarakat.

’’Salah satunya kebijakannya yaitu melarang perjudian ’’nalo’’. Judi tersebut marak di kisaran tahun 1970-an. Beberapa tempat pengepul nalo alias judi buntut ditutup atas perintahnya,’’ ulasnya.

Usai tak lagi jadi wali kota, Chabib kembali menjadi hakim. Almarhum juga sempat menjabat sebagai hakim agung pada Mahkamah Agung (MA) RI. ’’Hari-hari tuanya dihabiskan untuk mengurus madrasah kampung yang didirikan orang tuanya. Usia senja dijalaninya berdua bersama istri tercinta yang kondisi fisiknya telah lemah. Istrinya berpulang beberapa bulan sebelumnya,’’ tandas Ayuhanafiq. (oce/fen)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#berpulang #meninggal #wali kota #mojokerto