Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Sering Menghapus Pesan di WhatsApp Padahal Penerima Belum Sempat Membacanya? Intip Alasan dan Kepribadian Unik Seseorang Dibalik Kebiasaan Tersebut

Eki Septian Tri Wulansari • Jumat, 18 Juli 2025 | 02:34 WIB
Sering Menghapus Pesan di WhatsApp Padahal Penerima Belum Sempat Membacanya? Intip Alasan dan Kepribadian Unik Seseorang Dibalik Kebiasaan Tersebut
Sering Menghapus Pesan di WhatsApp Padahal Penerima Belum Sempat Membacanya? Intip Alasan dan Kepribadian Unik Seseorang Dibalik Kebiasaan Tersebut

RADAR MOJOKERTO - Pesan adalah sebuah informasi yang disampaikan seseorang kepada orang lain sebagai bentuk komunikasi. Komunikasi bernilai penting untuk mempererat sebuah hubungan antar pasangan, keluarga, dan pertemanan.

Kemudahan komunikasi ditunjang oleh kehadiran sosial media seperti WhatsApp. Dilansir dari laman Statista, pengguna aktif WhatsApp tahun 2025 telah mencapai 3 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa WhatsApp memiliki pengaruh besar dalam terjadinya komunikasi. Terlebih dengan berbagai fitur di dalamnya, termasuk fitur hapus pesan. 

Namun, melalui fitur hapus pesan, ternyata kita bisa mengetahui berbagai alasan dan kepribadian seseorang dibalik penggunaan fitur tersebut loh.

Artikel berikut dirangkum dari berbagai sumber yang membahas tentang beragam alasan yang disangkutkan dengan kepribadian seseorang kerap menghapus pesan mereka bahkan sebelum dibaca oleh penerima.

1. Anti sosial

Seseorang yang kerap menghapus pesan dikatakan sebagai sosok anti sosial. Sebab, mereka cenderung bingung dan canggung dalam bersosial, menganggap pesan yang disampaikan kurang tepat atau takut mendapatkan penolakan dari sekitar.

Maka dari itu, tak heran jika seorang ansos (singkatan dari anti sosial) gemar menggunakan fitur WhatsApp satu ini karena lebih senang menikmati waktunya sendiri tanpa berinteraksi dengan orang lain.

Tak hanya itu, seseorang dengan kepribadian anti sosial dianggap sulit mengekspresikan perasaannya sehingga merasa ragu dan memilih menghapus pesan yang dikirimkannya.

2. Sensitif

Seorang yang perasaannya cukup sensitif akan memperhatikan pesan yang dikirimkannya, apakah berpotensi menyinggung lawan bicaranya atau tidak. Ini adalah salah satu alasan mengapa seorang sensitif kerap menghapus atau menarik pesan yang telah dikirimkan.

Selain itu, terkadang lamanya durasi si penerima melihat dan membalas pesan bisa membuat seorang yang hatinya sensitif kerap menggunakan fitur hapus pesan.

Biasanya mereka merasa dirinya kurang mendapat penghargaan atas pesan yang disampaikan atau merasa bahwa pesannya sudah tak menarik lagi untuk dibahas.

Baca Juga: Minum Es Saat Haid Berbahaya? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

3. Overthinker

Berpikir terlalu berlebihan atau overthinking akan suatu hal menjadikan seseorang kerap menggunakan fitur hapus pesan saat chatting.

Perasaan takut dalam pikiran atas balasan yang diberikan mendorong seseorang memilih menghapus pesan daripada membiarkan pesan tersebut dibaca oleh penerimanya

4. Tidak percaya diri

Kurang percaya diri terhadap argumen yang tertuang dalam pesan yang dikirimkan kepada penerima menjadi alasan kuat mengapa seseorang menggunakan fitur hapus pesan untuk menarik pesan agar tak sampai dibaca oleh penerima.

5. Senang mendapat perhatian lebih

Kebiasaan menghapus atau menarik pesan terkadang menjadi langkah seseorang untuk menarik perhatian lawan bicara. 

Sedikit ‘drama’ yang ditimbulkan dari kebiasaan menggunakan fitur ini kerap digunakan untuk memancing reaksi dan rasa penasaran seseorang.

Respon penasaran dari sang penerima ketika mengetahui pesannya telah dihapus bahkan sebelum dibaca akan menimbulkan perasaan senang bagi pengirim karena merasa mereka dibutuhkan.

6. Perfeksionis

Seorang dengan kepribadian perfeksionis tentunya memiliki caranya sendiri untuk selalu terlihat sempurna, termasuk memanfaatkan fitur WhatsApp keluaran November 2017 lalu ini.

Seorang perfeksionis tidak akan ragu menghapus pesannya apabila dirasa kurang tepat, berlebihan, atau bahkan ketika alasannya hanya kurang menambahkan tanda baca atau emoji di dalamnya.

7. Mudah berubah pikiran

Pikiran yang seringkali berubah-ubah membuat seseorang akrab dengan fitur hapus pesan di WhatsApp mereka. Terkadang, menghapus pesan adalah langkah terbaik yang bisa dilakukan untuk membuat mereka berpikir sejenak mengenai kelayakan pesan yang dikirimkan.

Bisa jadi juga tingkat impulsivitas dan spontanitas dalam mengirimkan pesan sebelumnya dinilai kurang pantas sehingga seseorang berubah pikiran dan memilih menghapus pesan sebelum terbaca oleh penerima.

Baca Juga: Mengapa Seseorang Lebih Sering Merasa Galau dan Kesepian di Malam Hari? Berikut Alasannya

8. Takut penolakan

Ketakutan terhadap penolakan atau respon orang lain menjadi salah satu faktor seseorang menghapus pesan komunikasi.

Respon negatif, balasan singkat, bahkan tidak diberikan jawaban menimbulkan rasa takut mendalam sehingga membuat seseorang membiarkan pesannya terhapus begitu saja, termasuk jika menyangkut tentang perasaannya.

Orang-orang semacam ini biasanya memiliki perasaan lebih peka atau sensitif.

Menghapus pesan WhatsApp sebelum informasi tersalurkan kepada si pembaca ternyata memiliki alasan dan bisa menggambarkan kepribadian seseorang, mulai dari overthinker, anti sosial, hingga ketakutan akan penolakan.

Namun perlu disadari pentingnya berpikir ulang sebelum pesan dikirimkan agar tidak menimbulkan percikan kesalahpahaman tentang pesan yang tiba-tiba dihapus atau ditarik setelah dikirimkan.

Editor : Imron Arlado
#hapus pesan #whatsapp #anti sosial #overthinking #kebiasaan #kepribadian #respon negatif