TRAWAS -Ratusan umat Hindu dari berbagai wilayah di Mojokerto melaksanakan upacara Melasti di Patirtan Jolotundo, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Minggu (23/3).
Sejak pagi umat Hindu berdatangan di situs peninggalan Raja Airlangga yang terletak di Desa Seloliman tepat di kaki gunung penanggunan Kecamatan.
Sebelum memasuki Tapa Brata Nyepi 1947 Saka yang jatuh pada tanggal 29 Maret mendatang, para umat hindu melaksanakan upacara Melasti. Yakni, proses pensucian dan menghilangkan angkara dalam diri manusia.
Umat datang dari segala penjuru di kabupaten Mojokerto. Acara diawali dengan doa bersama di luar patirtan. Lalu dilanjutkan dengan tari-tarian selamat datang dan arak-arakan jempana, yakni tandu yang berisi benda sakral sarana persembahyangan bagi umat Hindu.
Ratusan umat memasuki halaman patirtan lalu mengikuti prosesi puja bakti dan persembahyangan. Tepat pukul 09.30 prosesi pensucian diri menjelang Hari Raya Nyepi tersebut selesai.
Seluruh umat Hindu meninggalkan patirtan tanpa menyisakan sampah. Mereka lantas kembali ke pura masing-masing untuk melanjutkan prosesi persembahyangan.
Kusumo, panitia upacara Melasti mengatakan, acara diikuti tujuh pura dari Kabupaten dan Kota Mojokerto.
Pihaknya menyebutkan, perayaan pra nyepi hingga datangnya nyepi tahun ini terbilang istimewa. Lantaran, berbarengan dengan bulan suci Ramadan, di mana seluruh umat muslim menjalankan puasa.
"Untuk itu, upacara Melasti kali ini kita persingkat agar tidak menggangu ke khusyukan umat islam dalam menjalankan ibadah puasa," ujarnya.
Senada juga diungkapkan Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Mojokerto Sri Wangi Peni. Dalam sambutanya, perayaan pra Nyepi kali ini menjadi refleksi diri tentang keberagaman umat beragama di Indonesia.
"Kita hidup berdampingan dan saling membutuhkan satu sama lain. Maka dari itu, mari kita saling membantu dan menghargai umat agama lain," ujar Sri Wangi Peni.
Adapun tema nasional Nyepi 1947 Saka kali ini adalah Manasewa, Madawasewa Mewujudkan Indonesia Emas 2045.