JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Pabrik Gula adalah sebuah film drama yang mengisahkan perjuangan seorang pemuda bernama Budi dalam mempertahankan pabrik gula warisan keluarganya.
Pabrik gula ini telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat setempat selama beberapa generasi.
Ketika perusahaan besar berusaha membeli dan menggusur pabrik tersebut untuk kepentingan komersial, Budi menghadapi dilema besar.
Di satu sisi, ia ingin mempertahankan warisan keluarganya dan kelangsungan hidup masyarakat yang bergantung pada pabrik itu. Sementara, tawaran dari perusahaan besar tersebut sangat menggiurkan dan dapat menyelesaikan masalah keuangan yang menghimpit keluarganya.
Dengan bantuan teman-teman dan keluarganya, Budi berusaha mencari cara untuk meningkatkan produksi pabrik gula agar tetap kompetitif di pasar.
Dalam proses ini, ia juga menemukan banyak rahasia masa lalu yang mengungkapkan sejarah dan perjuangan keras yang dihadapi oleh generasi sebelumnya.
Film ini menggambarkan perjuangan, semangat, dan kekuatan komunitas dalam menghadapi tantangan besar.
’’Pabrik Gula’’ adalah sebuah perjalanan emosional yang menunjukkan pentingnya menjaga warisan dan identitas, serta bagaimana kerja keras dan kebersamaan dapat mengatasi segala rintangan.
Film "Pabrik Gula" menuai kritik terutama karena poster teaser yang dianggap terlalu vulgar.
Poster tersebut menampilkan seorang wanita berpakaian minim berwarna merah duduk di atas pria yang berbaring, dengan delapan sosok bayangan hitam di latar belakang.
Beberapa netizen merasa adegan tersebut lebih mirip adegan erotis daripada menakutkan, sehingga menimbulkan kontroversi.
Selain itu, ada juga kritik terhadap kualitas promosi film horor Indonesia yang dianggap mundur ke era 2000-an yang sering mengeksploitasi unsur sensualitas.
Beberapa netizen khawatir bahwa visual yang terlalu sensual ini tidak pantas dan bisa memengaruhi audiens yang lebih muda.
Film ini dibintangi oleh sejumlah aktor dan aktris muda berbakat. Berikut adalah beberapa pemeran utamanya:
- Erika Carlina sebagai Naning
- Arbani Yasiz sebagai Fadhil
- Ersya Aurelia sebagai Endah
- Vonny Anggraini sebagai Marni
- Azela Putri sebagai Rani
- Wavi Zihan sebagai Wati
- Bukie Basudewa Mansyur sebagai Hendra
- Benidictus Siregar sebagai Franky
- Sadana Agung sebagai Karno
- Arif Alfiansyah sebagai Dwi
- Budi Ros sebagai Mbah Samin
- Dewi Pakis sebagai Mbah Jinah