Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Kilas Balik! Inilah Fakta Perpisahan Eny dan Ayah Tiko 13 Tahun Silam, yang Membuat Sang Ibu Mengalami Gangguan Jiwa

Imron Arlado • Senin, 28 Oktober 2024 | 00:27 WIB
Foto keluarga Tiko (Youtube channel Bang Brew TV).
Foto keluarga Tiko (Youtube channel Bang Brew TV).

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Kisah haru Tiko, kini kembali menjadi sorotan usai merawat ibu kandungnya yang mengalami gangguan jiwa setelah ditinggal pergi sang ayah.

Sebetulnya cerita perjalanan Tiko saat merawat ibunya telah menyentuh hati para warganet sejak awal 2023 silam.

Pada 2011, orang tua Tiko resmi bercerai dan ayahnya pun pergi dari rumah. Saat itu, ayah Tiko tidak meninggalkan apapun dan malah membawa seluruh isi rumah, hingga keaadaan ekonomi bu Eny dan Tiko merosot drastis, bahkan tidak memiliki apapun.

Salah seorang mantan asisten rumah tangga bernama Mamas membeberkan bahwa Herman Moedji Susanto telah pindah ke Madiun, Jawa Timur, kampung halamannya.

Tiko pernah mengungkapkan bahwa sebelum ayahnya pergi meninggalkan rumah, sang ayah tengah berada dalam keadaan sakit-sakitan.

Menurut tetangga sekitar Tiko, sebelum Herman dan Eny resmi cerai, tidak terlihat sebuah konflik apapun saat itu.

Tiko dan ibunya terpaksa melanjutkan hidup dengan kondisi yang sangat sulit setelah ditinggal sang ayah. Kepergian ayah Tiko membuat Bu Eny menjadi pendiam hingga depresi.

Mereka berdua tinggal di sebuah rumah mewah terbengkalai tanpa aliran listrik dan air. Bu Eny selalu menolak jika ada seseorang yang menawarkan bantuan.

Waktu itu Tiko sempat menganggap sang ayah (Herman Mudji Susanto) meninggalkan keluarga sejak 2010.

Waktu itu umur Tiko masih kecil, seingat dirinya kedua orang tuanya merupakan keluarga yang sangat bergelimang harta.

Ayah Tiko merupakan seorang mantan pejabat di salah satu instansi Kementerian Keuangan RI.

Menurut penuturan Agung (tetangga Tiko), Hermawan sempat berjanji akan kembali ke rumah megah yang telah ditinggalkannya itu.

’’Bapaknya Tiko waktu itu ikut mobil. Pesan sama saya, (katanya) nanti 3 tahun lagi saya akan ke sini, mau nyunatin Tiko,” ujar Agung di Cakung.

Namun, ucapan yang sempat dilontarkan Herman tak terlaksanakan dan ia pun tak pernah menjenguk anak dan istrinya itu.

Selama belasan tahun, Tiko dengan penuh kasih sayang merawat ibunya. Dia melakukan segala hal, mulai dari memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga merawat ibunya yang sudah mengalami gangguan jiwa.

Ibu Eny mengalami gangguan jiwa tidak hanya karena ditinggal sang suami, melainkan juga diduga karena faktor kemiskinan yang tiba-tiba melanda.

Perjuangan Tiko tidaklah mudah, rasa cinta yang amat besar kepada sang ibu memberikan kekuatan baginya untuk terus bertahan dan berusaha.

Setelah sekian lama, pihak yang mengaku keluarga dari ayah Tiko, Herman Moedji Susanto akhirnya muncul untuk memberikan keterangan. Pihak keluarga mengungkapkan, ayah Tiko sudah meninggal dunia pada tahun 2015 silam.

Sebagai bukti, pihak keluarga juga mengirimkan bukti foto nisan makam almarhum ayah Tiko.

Selain itu, pihak keluarga Herman menyebut Tiko bukan ditinggal ayahnya, melainkan bu Eny-lah yang meminta sang suami untuk pergi dari rumah.

Seorang bernama Ika, yang mengaku cucu dari Herman, meminta agar Tiko tidak menjelekkan nama kakeknya.

Keluarga almarhum Herman yang ada di Madiun kini telah menjalin komunikasi baik dengan Tiko.

Tiko mengaku bersyukur berkat kisahnya yang viral ini, ia jadi tahu latar belakang keluarganya, termasuk mengenai perihal ayahnya. YULI

 

Editor : Imron Arlado
#sang ayah #tiko #rumah mewah #kementerian keuangan #madiun #gangguan jiwa #herman moedji susanto #bu eny