Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Kominfo Siapkan Sistem Peringatan Real Time Gempa Megathrust yang Bisa Diakses di Smartphone

Imron Arlado • Sabtu, 31 Agustus 2024 | 03:13 WIB
Peringatan dini gempa megathrust bisa diakses melalui smartphone
Peringatan dini gempa megathrust bisa diakses melalui smartphone

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Badan Meteorologi  Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) menegaskan, informasi potensi gempa megathrust bukan hanya sebuah prediksi atau peringatan dini belaka, melainkan mitigasi yang diupayakan.

BMKG memperkirakan bahwa gempa besar yang berpotensi tsunami ini akan melanda dua wilayah di zona Megathrust yaitu Selat Sunda dan Mentawai-Siberut.

Dikabarkan bahwa ancaman gempa besar di wilayah tersebut dapat mencapai kekuatan dengan magnitudo maksimal 8,7 hingga mencapai 9 ini kemungkinan bisa saja terjadi kapan saja.

Untuk itu, diperlukan kesiapsiagaan dan suatu kerja sama yang meliputi seluruh aspek dalam menghadapi bencana Megathrust ini.

Menanggapi persoalan tersebut, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (Dirjen PPI) Kominfo, Wayan Toni Supriyanto turut buka suara mengenai isu gempa megathrust yang akan terjadi di Indonesia di kemudian hari.

Dirjen PPI Kominfo mengatakan bahwa, pihaknya telah bekerja sama dengan BMKG untuk mempersiapkan sistem peringatan real time yang nantinya akan ditampilkan di televisi dan smartphone.

Hal tersebut menindaklanjuti dari permasalahan saat ini, yang mana jika terdapat informasi terbaru mengenai bencana dari BMKG, peringatan tersebut hanya sekadar mengirimkan SMS blast ke masyarakat.

"Melihat Indonesia ini berada di Ring of Fire, kami Ditjen PPI Kominfo merasa perlu turun tangan menyiapkan aplikasi bersama-sama dengan BMKG. Agar semua sumber informasi dari BMKG bisa disebarkan secara real time kepada layanan atau penyelenggara yang ada di kami, TV atau internet,’’ ungkap Wayan, dikutip dari keterangan tertulis pada Jumat, (30/8).

Wayan menambahkan bahwa pihaknya saat ini tengah berusaha untuk membangun sistem komunikasi yang nantinya akan digunakan oleh pihak-pihak penanggulangan kebencanaan, seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

''Jadi nanti ada handphone tersendiri untuk berkomunikasi," tutur Wayan.

Selain itu, Wayan juga menyampaikan bahwa Kominfo sedang menyiapkan rencana untuk peluncuran sistem peringatan dini kebencanaan yang merupakan hibah dari pemerintah Jepang pada bulan September 2024 mendatang.

Diharapkan, nantinya informasi kebencanaan dari BMKG akan diteruskan ke sistem tersebut yang kemudian bisa disebarkan melalui televisi digital hingga nomor WhatsApp. Tak hanya itu, proses tersebut nantinya akan dilakukan secara real time.

''Bentuknya alert di televisi, bakal muncul informasi bencana yang terjadi di sekitar lokasi'' papar Wayan.

Meskipun demikian, sistem kebencanaan yang masih disiapkan Kominfo juga memerlukan dukungan dari beberapa pihak yang berkaitan, seperti Pemerintahan Daerah untuk meningkatkan kesadaran diri dan kepekaan pada masyarakat terhadap bencana.

Hal ini tentu diperlukan, sehingga apabila muncul peringatan bencana, masyarakat tidak mengabaikan dan segera melakukan upaya untuk menyelamatkan diri.

 ''Mungkin orang yang tadinya di rumah langsung bisa berlari menjauh apabila ada gempa atau tsunami,'' ujar Wayan.

Yang perlu diketahui hanyalah bencana merupakan tanggung jawab semua pihak, karena terlalu banyak aspek yang menyangkut saat terjadi bencana. Ada unsur pendidikan, sosialisasi, hingga infrastruktur. Sehingga, harus ada suatu kerjasama yang meliputi seluruh aspek dalam menghadapi bencana ini. (SALSSS)

Editor : Imron Arlado
#gempa bumi #smartphone #gempa megathrust #Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika #Dirjen PPI #real time #BMKG #kominfo