RADARMOJOKERTO – Banjir yang melanda sebagian wilayah Mojokerto Raya mengharuskan warga terdampak dievakuasi ke tempat lebih aman.
Terutama, bagi penduduk yang tinggal di Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto dan Desa Wringinrejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.
Dua wilayah tetangga ini merupakan daerah terparah terdampak banjir, akibat jebolnya tanggul Sungai Brangkal.
Di Kelurahan Surodinawan, Pemkot Mojokerto mengevakuasi sedikitnya 11 warga.
Setelah diketahui tempat tinggal mereka tergenang banjir hingga tidak bisa ditempati.
Di samping itu, evakuasi belasan warga tersebut karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan.
Mereka adalah lansia, ibu rumah tangga, anak-anak, hingga balita.
”Ada 11 warga yang kita evakuasi ke kantor Kelurahan Surodinawan,” kata Pj Wali Kota Mojokerto, Minggu (10/3) dini hari.
Dari pendataan petugas di lapangan, diketahui, ada dua orang lansia dan tiga balita.
Satu dari dua dari lansia tersebut harus diperlakukan ekstra khusus.
Menyusul, dari pemeriksaan kesehatan, diketahui yang bersangkutan sedang menderita stroke.
Sedangkan tiga balita lainnya dibutuhkan tempat penampungan yang laik.
Sehingga mereka lantas dilarikan ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto untuk mendapat perawatan dan tempat penampungan khusus.
”Untuk lansia yang stroke dan tiga balita kita bawa ke rumah sakit. Dengan harapan, mendapat tempat yang lebih aman dan dirawat dengan baik,” imbuh Ali Kuncoro.
Sedangkan bagi warga lainnya, lanjut Ali Kuncoro, usai dilakukan pendataan dan pemeriksaan, diketahui dalam kondisi sehat.
”Yang sehat kita pindahkan ke kantor PC NU Kota Mojokerto, karena kondisi kantor kelurahan saat ini turut tergenang banjir,” papar dia.
Selama proses evakuasi, pemkot bersama tim relawan juga membawa seorang perempuan ke ruang IGD rumah sakit.
Dia terpaksa mendapat perawatan intensif, bahkan dipasang alat bantu pernapasan, karena kondisinya sedang sakit.
”Kami pastikan semua yang dibawa ke rumah sakit mendapat perawatan maksimal,” tandas Ali Kuncoro.
Hingga Minggu (10/3) pukul 02.30 WIB, terpantau banjir masih menggenangi kawasan Kelurahan Surodinawan.
Termasuk, jalan raya dan kawasan Perumahan Citra Surodinawan Estate (CSE) dan jalan alternative penghubung Kota dan Kabupaten Mojokerto.
Banjir menggenangi hampir semua wilayah perumahan yang dihuni oleh ribuan kepala keluarga.
Di mana ketinggian air terpantau antara 30 hingga 60 sentimeter.
Sementara itu, proses evakuasi warga juga dilakukan tim Tagana dan potensi relawan pada warga terdampak banjir di Dusun Sambersik, Desa Wringinrejo, Kecamatan Sooko.
Orang dewasa, lansia, hingga anak-anak terdampak, dievakuasi menggunakan perahu karet menuju tempat penampungan sementara.
Masing-masing ke tempat aman, saudara, dan di kantor PC NU Kota Mojokerto.
”Karena ini musibah, kami sudah tidak lagi melihat warga mana yang terdampak. Terpenting adalah secapatnya dicarikan solusi supaya tertangani dengan baik,” tegas M. Ali Kuncoro.
Sedianya pagi ini Pemkot Mojokerto melalui dinas sosial akan membuka dapur umum bagi warga terdampak.
Dapur umum tersebut dipusatkan di kantor Kecamatan Prajurit Kulon.
Editor : Moch. Chariris