Kalau golf sering disebut sebagai olahraganya orang kaya, mungkin polo lebih elite dari itu.
Olahraga bola sambil berkuda ini adalah permainan favorit kalangan kerajaan. Kemewahan polo juga dapat dilihat dari segi historisnya yang konon sudah ada sejak zaman Persia (abad ke-6 sebelum Masehi).
Sebagaimana dikutip dari sejumlah sumber, nama polo berasal dari pelafalan dalam bahasa Inggris dari kata India ”pulu” yang berarti bola.
Polo adalah permainan bola yang dimainkan secara beregu di atas kuda. Ya, pemainnya sambil menunggang hewan kuda.
Sebagai olahraga lapangan, polo memiliki tujuan mencetak gol ke gawang lawan. Pemain polo mengendalikan bola kayu seukuran kasti menggunakan pemukul panjang yang disebut mallet.
Bagian ujung tongkat ini berbentuk T, mirip dengan palu atau pemukul yang dipakai dalam olahraga gateball.
Setiap regu polo terdiri dari empat pemain dengan satu sebagai penjaga gawang. Permainan berlangsung dengan memukul bola dari atas kuda yang tak jarang berlari.
Pada mulanya, polo dimainkan untuk latihan perang tentara Persia kuno atau Iran saat ini. Melalui olahraga ini, pasukan kuda melatih kekuatan dan kelincahan hewan tunggangannya sebelum bertempur.
Selain dimainkan kalangan militer, permainan ini juga jadi kegemaran para bangsawan dan raja, hingga akhirnya menyebar ke seluruh Asia, Eropa, dan Amerika.
Perkembangan polo modern kian meluas sejak akhir abad ke-19 Masehi dan dipertandingkan dalam berbagai kompetisi dunia.
Indonesia pun punya timnas polo kendati olahraganya tak populer. Ajang yang diikuti antara lain SEA Games dan Asian Games. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi