Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cak Supali dalam Bingkai Grafiti

S
Penulis: Sofan Kurniawan❯
SENI JALANAN: Pengendara melintas di bawah jembatan tol Jombang-Mojokerto (Jomo), Desa Sidoharjo, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Senin (27/4). (Sofan JPRM)
SENI JALANAN: Pengendara melintas di bawah jembatan tol Jombang-Mojokerto (Jomo), Desa Sidoharjo, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Senin (27/4). (Sofan JPRM)

Advertisement

 

KABUPATEN - Guratan grafiti berukuran besar kini menghiasi beton-beton kusam tersebut dengan visual wajah yang sangat familier bagi masyarakat bumi Majapahit. Salah satunya Cak Supali, sang legenda lawak tradisonal. 

Namun, belum diketahui siapa yang membuat karya seni jalanan tersebut. Bagus Hardian, salah satu warga mengatakan, kehadiran grafiti ini bukan sekadar vandalisme, melainkan bentuk penghormatan sekaligus upaya ”menghidupkan” kembali ingatan kolektif masyarakat terhadap seni tradisi. 

Advertisement

Cak Supali, atau yang bernama asli Bambang Supali, dikenal sebagai maestro ludruk dari grup Karya Budaya Mojokerto yang telah berpulang pada Januari 2012 silam. Seni jalanan ini digambarkan dengan detail yang menangkap ekspresi khas Cak Supali secara portrait, lengkap dengan udeng Jawa Timuran di kepala. 

Bagi banyak warga, sosoknya adalah ikon komedi yang membawa napas ludruk tetap relevan hingga akhir hayatnya. ”Melihat gambar ini jadi teringat masa jaya ludruk dulu. Cak Supali itu nyawanya panggung kalau sudah ngelawak,” ujar  Bagus, Senin (27/4). (fan/ris)

 

Advertisement

 

 

Advertisement
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto

Artikel Terkait

Lintas Generasi Komunitas Ludruk Karya Budaya Mojokerto, Berpegang Pakem hingga Angkat Kritik Sosial

Lintas Generasi Komunitas Ludruk Karya Budaya Mojokerto, Berpegang Pakem hingga Angkat Kritik Sosial

Suara gamelan terdengar ritmis pada Jumat (29/5) siang di Pondok Jula-Juli, markas Ludruk Karya Budaya di Dusun Sukodono, Desa Canggu, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Lantunan kidung dan denting gamelan itu pernah

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer