Halang rintang atau obstacle race merupakan olahraga balap lari dengan lintasan yang dipasangi berbagai macam rintangan.
Cabang olahraga yang mirip dengan game show Ninja Warrior ini tergolong baru di kalangan masyarakat Indonesia. Pertandingan internasionalnya pun baru digelar di SEA Games 2019 lalu.
Merangkum berbagai sumber, halang rintang mulanya hanyalah satu dari sekian nomor pertandingan di cabor atletik.
Baru belakangan ini, obstacle race disepakati sebagai sebuah cabor tersendiri yang terpisah dari atletik.
Perubahan ini ikut mendorong berdirinya Federasi Olahraga Lari Halang Rintang Indonesia (FOHRI) sebagai wadah cabor halang rintang yang sebelumnya masih ternaung di Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI).
Boleh dibilang, halang rintang adalah modifikasi dari olahraga balap lari. Dalam olahraga ini peserta harus berlomba lari sambil melewati sejumlah rintangan yang dipasang sepanjang lintasan.
Pada SEA Games 2023 lalu misalnya, terdapat lintasan sepanjang 100 meter didesain sedemikian rupa.
Seperti rintangan papan persegi yang menyambut peserta di bagian awal. Setelah itu ada deretan tiang yang harus diraih atlet dengan melompat agar biasa melewati lintasan.
Rintangan juga meliputi dinding tebal yang harus dinaiki supaya bisa lewat. Ini belum lagi macam-macam rintangan lain.
Di ujung lintasan, peserta harus melewati rintangan terakhir yang biasanya menjadi tempat tombol waktu berada.
Dengan memencet tombol itu, atlet artinya telah menyelesaikan pertandingan dengan catatan waktu tertentu. Olahraga ini sangat mirip dengan game show Ninja Warrior yang kerap menghiasi layar televisi bukan?
Baca Juga: PNS asal Mojokerto Ini Dijemput Selingkuhannya saat Tengah Malam, Tega Tinggalkan Dua Anak di Rumah
Kendati masih asing di Indonesia, olahraga ini rupanya telah dipertandingan di PON sejak beberapa edisi terakhir. Secara internasional, olahraga ini baru akan diperkenalkan sebagai olahraga ekshibisi di Olimpiade 2028. (adi/fen)
Editor : Hendra Junaedi