Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari hadir langsung dalam membuka pegelaran ludruk yang dibawakan oleh Karya Budaya. Selain untuk melestarikan warisan budaya, kesenian pertunjukkan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila sekaligus Bulan Bung Karno. "Pemerintah Kota Mojokerto dengan bangga menyajikan pagelaran ludruk Karya Budaya, salah satunya adalah untuk melestarikan warisan budaya. Kalau bukan kita bangsa Indonesia, siapa lagi yang akan mencintai budaya kita. Maka mari terus kita lestarikan warisan budaya dari leluhur kita," ungkapnya.
Sosok yang akrab disapa Ning Ita ini mengatakan, digelarnya ludruk juga merupakan salah satu perwujudan pembangunan Kota Mojokerto yang diarahkan sebagai kota pariwisata berbasis sejarah dan budaya. Karena itu, ludruk diselenggarakan di SDN Purwotengah yang pernah menjadi tempat mengenyam pendidikan Koesno atau Soekarno pada tahun 1909-1912. Dan, pada 1 Juni 1945, Bung Karno mencetuskan Pancasila yang dijadikan sebagai dasar negara RI.
Dalam pagelaran ludruk, ungkap Ning Ita, juga terdapat nilai-nilai yang terkandung dalam cerita. Maka, ludruk tak hanya menyajikan tontonan sebagai media hiburan, tetapi juga memberi tuntunan bagi masyarakat. "Di dalam kesenian ludruk Ini mengandung banyak sekali nilai-nilai di dalamnya tentu kita harus mencoba untuk memahami bersama-sama apa nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam seni ludruk tersebut,” tutur wali kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini.
Pagelaran ludruk Karya Budaya juga menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-105 Kota Mojokerto. Dengan mengangkat lakon Putri Piningit, kesenian pertunjukan yang juga menghadirkan dagelan Cak Kirun dan Cak Slenthem Cs dipadati ratusan masyarakat. Di luar panggung, agenda tersebut juga mampu menggerakkan roda perekonomian di Kota Mojokerto.
Dalam kegiatan ludruk tersebut turut hadir jajaran Forkopimda Kota Mojokerto, Kepala BNN Kota Mojokerto, kepala OPD, serta seluruh kepala sekolah se-Kota Mojokerto. (ram) Editor : Fendy Hermansyah