DI sebuah sudut desa perbatasan sungai Brantas di Mojokerto, terdapat usaha kecil dari seorang ibu rumah tangga. Ibu Fari namanya. Ia memulai usahanya kembali setelah pandemi Covid-19 yang membuat perekonomian menjadi lesu. Ia berjualan aneka masakan dengan menu yang beragam setiap harinya untuk membantu perekonomian keluarga. Usahanya bernama Dapur Mama Fari.
’’Saya mencoba bangkit berjualan lagi setelah adanya pandemi Covid-19 yang membuat usaha saya lesu dan sepi pembeli. Selain itu, memasak adalah hobi yang menyenangkan bagi saya,’’ kata Fari dengan suara tenang namun penuh dengan tekad dan keyakinan.
Dari usaha kecil itu, lahirlah tekad besar dari mahasiswa Pascasarjana Manajemen Universitas Negeri Malang untuk membantu mengembangkan UMKM tersebut agar bisa terus berinovasi dan maju. Mahasiswa itu bernama Oktaviani Putri Dita Arumsari dan Early Harison Mahardika. Di usianya yang menginjak 28 tahun, Dita dan Early sedang menyelesaikan tesisnya di bidang marketing. Namun, sebelum mereka merampungkan studi pascasarjananya, mereka ingin mengabdi ke UMKM lokal sebagai wujud dari sinergi antara akademik dan praktis. Pengabdian ini juga tidak terlepas dari bimbingan para dosen di baliknya, yaitu Bapak Dr. Agus Hermawan, Grad.Dip.Mt, M.Si, Mbus dan Prof. Dr. Agung Winarno, M.M.
’’Saya ingin membantu mengembangkan usaha Ibu Fari agar bisa berkembang dan dikenal masyarakat luas, salah satunya dengan ilmu digital marketing yang saya punya,’’ kata Dita dengan penuh harap.
’’Saya ingin mengabdi kepada masyarakat dengan cara mengembangkan ekonomi lokal, salah satunya yaitu membantu UMKM sekitar agar terus berinovasi,’’ kata Early dengan sigap.
Bagi mereka, menjalani pascasarjana bukan hanya tentang akademik. Ini adalah hasil persembahan dan pengabdian untuk masyarakat agar mereka bisa berbagi ilmu, meningkatkan ekonomi lokal, dan membantu para pelaku usaha kecil.
’’Di sana, kami tidak hanya berdiam diri, kami ikut membantu. Kami buatkan media promosi di sosial media, kami buatkan packaging yang menarik, kami buatkan logo dan nama usaha, kami buatkan nametag usaha di depan rumah, kami buatkan pembayaran online yang mudah, kami buatkan katalog menu,’’ kata Dita menjelaskan.
’’Pengabdian ini adalah hal mulia bagi kami, karena sebenarnya kami tidak hanya membantu tapi kami juga mendapatkan pengalaman baru, kami ikut turun ke lapangan, kami ikut jualan di car free day,’’ kata Early melanjutkan.
Bagi Dita dan Early, mengembangkan usaha kecil memang butuh waktu dan perjuangan. Namun, dengan tekat dan semangat yang kuat tidak akan ada kata gagal. Karena sejatinya tidak ada hasil yang menghianati usaha. Mereka lebih memfokuskan pengembangan UMKM ini ke segi pemasaran, yaitu dengan cara on field marketing seperti car free day, promosi di sosial media, membuat titik lokasi usaha di Google Map dan memberikan review positif di google location untuk menarik konsumen.
Dari dua mahasiswa Pascasarjana Manajemen Universitas Negeri Malang, Dita dan Early membuktikan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Dari bangku kuliah bisa menjadi jalan pengabdian untuk membangun perekonomian lokal. (*)
*) Mahasiswa Pascasarjana Manajemen Universitas Negeri Malang
Editor : Hendra Junaedi