Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pelayanan Pendaftaran Siswa Baru Diperpanjang

I
Penulis: Indah Oceananda❯
JEMPUT BOLA: Koordinasi UPT SKB Gedeg dalam menjaring peserta didik baru dengan melibatkan kolaborasi dari kecamatan. (Indah JPRM)
JEMPUT BOLA: Koordinasi UPT SKB Gedeg dalam menjaring peserta didik baru dengan melibatkan kolaborasi dari kecamatan. (Indah JPRM) 

Advertisement

KABUPATEN – Penjaringan anak tidak sekolah (ATS) untuk memperoleh akses pendidikan terus dimaksimalkan. Melalui pendaftaran siswa baru tahun ajaran baru 2026/2027, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Gedeg membuka layanan pendidikan bagi warga yang putus sekolah melalui program paket yang setara jenjang pendidikan di sekolah formal hingga akhir tahun nanti. 

Kepala UPT SKB Gedeg Hatta Mustofa menerangkan, penerimaan peserta didik baru di lembaga yang ia pimpin masih berlangsung. Meskipun proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) formal telah selesai. ”SPMB di SKB sebenarnya sama dengan sekolah formal. Namun, setelah pengumuman SPMB, kami tetap menerima pendaftaran peserta didik di SKB hingga batas akhir sebelum pelaksanaan asesmen tengah semester, sekitar Desember nanti,’’ katanya, Rabu (17/6). 

Hatta mengungkapkan, rentang waktu pendaftaran yang lebih panjang tersebut dilakukan untuk mengantisipasi anak-anak yang tidak tertampung di satuan pendidikan formal. Meski membuka pendaftaran, pihaknya menegaskan pendidikan kesetaraan bukan untuk menggantikan sekolah formal.

Advertisement

Masyarakat yang masih dalam usia sekolah tetap disarankan untuk menempuh jalur pendidikan reguler. ’’Kami melayani siapa saja yang masih ingin melanjutkan pendidikan. Belajar di sini tetap bisa ditempuh meskipun tidak melalui jalur sekolah formal,’’ imbuhnya. 

Dia menambahkan, secara umum tidak ada perbedaan signifikan antara SPMB di sekolah formal dan SKB. Namun, sasaran peserta didik yang dilayani berbeda. ’’Kalau sekolah nonformal seperti kami maupun PKBM adalah anak-anak yang karena suatu hal tidak bisa melanjutkan ke pendidikan formal,” jelas Hatta.

Advertisement

Oleh karena itu, SKB biasanya menunggu hasil akhir proses SPMB sekolah formal sebelum menjaring peserta didik yang belum mendapatkan sekolah. Meski demikian, SKB tidak menetapkan target khusus jumlah peserta didik baru setiap tahunnya. 

Untuk menjaring anak-anak putus sekolah tersebut, SKB tidak hanya menunggu pendaftaran dari masyarakat. ’’Para pamong atau guru aktif melakukan jemput bola ke lapangan guna memverifikasi data ATS yang diperoleh dari dinas pendidikan. Tapi, ada juga yang datang sendiri ke kami, ada juga yang kami jemput bola,’’ tandasnya. (oce/ris)

 

Advertisement

Artikel Terkait

Calon Siswa Baru di Mojokerto Diberi Kesempatan Dua Hari Unggah Nilai TKA

Calon Siswa Baru di Mojokerto Diberi Kesempatan Dua Hari Unggah Nilai TKA

Setelah pelaksanaan verifikasi dan validasi (verval) calon siswa baru SMP negeri di jalur prestasi tuntas, kini giliran pendaftar mengunggah sertifikat Tes Kemampuan Akademik (TKA). Menyusul, hasil TKA bagi siswa SD/SMP

Kepala Sekolah Baru di Mojokerto Dituntut Perkuat Karakter Siswa

Kepala Sekolah Baru di Mojokerto Dituntut Perkuat Karakter Siswa

Wajah dan transformasi baru penugasan kepala sekolah di lingkungan Pemkab Mojokerto menjadi komitmen serius Bupati Muhammad Albarraa dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Kegiatan yang digelar di Pendapa Graha Majatama

Siswa Kini Wajib Kuasai AI? Ini Fakta Kurikulum Baru 2026

Siswa Kini Wajib Kuasai AI? Ini Fakta Kurikulum Baru 2026

Memasuki tahun ajaran 2025/2026 hingga penguatan kebijakan di 2026, mata pelajaran coding dan AI mulai diterapkan di berbagai sekolah sebagai bagian dari transformasi pendidikan nasional.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer