
Oleh : Dr. H. M. Afif Zamroni, Lc., M.E.I.
Staf Khusus Menteri Desa & PDT
KEMENTERIAN Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bersama Bank Dunia sepakat segera memulai Program Swasembada Ekonomi Hijau dan Pangan Terintegrasi (SEHATI). Hal ini bertujuan agar target pembangunan desa, yaitu kemandirian, penurunan angka kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat tidak perlu menunggu lama untuk direalisasikan.
Kesepakatan tersebut menjadi langkah awal untuk memastikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat desa. Sebagaimana tujuan awal dibentuk, pogram ini diarahkan untuk memperkuat perekonomian desa sekaligus mendorong peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Di titik inilah BUMDes memiliki posisi strategis. SEHATI perlu diterjemahkan menjadi ekosistem ekonomi yang membuat masyarakat desa semakin produktif. BUMDes dapat menjadi salah satu simpul yang menghubungkan program tersebut dengan pelaku UMKM di desa.
Persoalan UMKM desa sebenarnya bukan hanya soal modal. Banyak pelaku usaha memiliki keterampilan dan produk yang baik, tetapi masih menghadapi persoalan bahan baku, peralatan produksi, standardisasi, pengemasan, pemasaran, akses pembiayaan, hingga kepastian pasar. Jika persoalan tersebut ditanggung sendiri-sendiri oleh pelaku UMKM, skala usahanya akan sulit berkembang.
Dalam sebuah kunjungan saya ke BUMDes Medali Beraksi, Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, yang bergerak dalam penguatan UMKM pengrajin sepatu. Keberadaan BUMDes dalam konteks ini menunjukkan bahwa badan usaha milik desa tidak harus selalu membangun unit usaha yang sepenuhnya baru. BUMDes justru dapat memperkuat usaha masyarakat yang telah hidup dan berkembang.
UMKM pengrajin sepatu memiliki potensi ekonomi yang besar karena menyimpan keterampilan produksi sekaligus membuka lapangan pekerjaan. Namun, industri kerajinan seperti ini juga menghadapi tantangan klasik: bagaimana meningkatkan kapasitas produksi, menjaga kualitas, memperluas pasar, membangun merek, dan memastikan keberlanjutan usaha.
Ketika BUMDes masuk sebagai penguat ekosistem, persoalan tersebut dapat dikerjakan secara bersama. BUMDes dapat membantu membuka akses pasar, membangun jejaring kemitraan, mendukung pengadaan bahan baku, membantu pemasaran, hingga mendorong peningkatan kualitas produk. Sementara pengrajin tetap menjadi aktor utama dalam proses produksi.
SEHATI tidak cukup hanya menghasilkan kegiatan ekonomi baru. Yang lebih penting adalah bagaimana program tersebut memperkuat usaha produktif yang sudah ada di desa. BUMDes menjadi simpul kelembagaan yang memastikan agar potensi masyarakat tidak berjalan sendiri-sendiri.


