Tidak hanya sebulan, KPU Kabupaten Mojokerto juga akan mengalokasikan honorarium setiap anggota KPPS sampai dua bulan jika proses pemilihan berjalan sampai dua putaran.
Komisioner Divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM KPU Kabupaten Mojokerto, Jainul Arifin mengatakan, 23.156 anggota KPPS terhitung aktif bekerja sejak dilantik hingga 25 Februari nanti.
Meski proses pungut hitung suara masih 20 hari lagi, namun segala persiapan sudah bisa berjalan sejak kemarin. Mulai dari bimbingan teknis hingga pengadaan kelengkapan alat untuk menunjang proses pungut hitung suara.
Dengan persiapan yang lebih awal, KPU berharap kinerja KPPS bisa lebih efektif dan ringan. Sehingga tidak sampai terbebani yang berakibat pada terganggunya fisik dan dapat mengancam keselamatan jiwa KPPS.
’’Anggota dan ketua KPPS bisa langsung bekerja mengikuti setiap arahan dan bimbingan KPU tentang aturan main pemungutan dan penghitungan suara yang akan diterapkan 14 Februari nanti,’’ ujarnya.
Untuk menunjang kinerjanya, KPU juga telah mengalokasikan honorarium bagi setiap anggota dan ketua KPPS.
Yakni sebanyak Rp 1,2 juta untuk setiap ketua dan masing-masing Rp 1,1 juta untuk 19.848 anggota KPPS yang akan bertugas di 3.308 tempat pemungutan suara (TPS).
Bahkan, KPU juga berancang ancang mengalokasikan honor sebanyak dua kali yang nilainya mencapai Rp 51,6 miliar.
Nilai sebanyak itu untuk mengantisipasi jika proses pemilihan berjalan hingga dua putaran. Atau masing-masing pemungutan dialokasikan sekitar Rp 25,8 miliar hanya untuk honor KPPS.
’’Besaran sebanyak itu belum termasuk linmas yang masing-masing mendapat honor Rp 700 ribu. Pencairannya nanti ketika mereka bertugas tanggal 14 Februari. Sementara untuk putaran kedua dijadwalkan Mei,’’ tambahnya.
Tidak hanya honor, KPU juga akan mengalokasikan perangkat elektronik berupa mesin penyalin massal atau scanner untuk membantu kinerja KPPS.
Sehingga beban kerja mereka dalam menyalin formulir C-KPU yang berupa berita acara pemungutan dan hasil penghitungan suara bisa terkurangi.
’’Rencananya pakai scanner. Masih kami perhitungkan jumlahnya, apakah setiap TPS atau ada alternatifnya,’’ pungkasnya. (far/fen)
Editor : Fendy Hermansyah