Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto Gelar Rembug Stunting, Jurus Jitu Turunkan Angka Kasus di Desa

Rizal Amrulloh • Kamis, 12 Maret 2026 | 05:25 WIB

 

KOLABORASI: Staf Khusus Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) M. Afif Zamroni didampingi Camat Pacet Aprianto saat kegiatan Rembug Stunting di Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet,
KOLABORASI: Staf Khusus Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) M. Afif Zamroni didampingi Camat Pacet Aprianto saat kegiatan Rembug Stunting di Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet,
 

 ”Alhamdulillah berkat sinergi dengan berbagai pihak melalui Rembug Stunting, angka stunting di wilayah Kecamatan Pacet mengalami penurunan dan mencegah munculnya kasus baru.”

Aprianto

Camat Pacet

KABUPATEN - Di bawah kepemimpinan Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa dan Wakil Bupati (Wabup) dr. Muhammad Rizal Octavian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto terus fokus dalam upaya percepatan penurunan angka stunting.

Dalam rangka mendukung program prioritas pemerintah daerah, Kecamatan Pacet mendorong pengentasan dan pencegahan kasus baru di desa-desa melalui program Rembug Stunting. 

CAMAT Pacet Aprianto memaparkan, Rembug Stunting merupakan bagian dari implementasi Catur Abhipraya Mubarok yang menjadi visi-misi pembangunan yang diprakarsai Gus Bupati dan Dokter Rizal.

PREVENTIF:  Camat Pacet Aprianto membuka Rembug Stunting bersama Pemdes Sajen, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.
PREVENTIF: Camat Pacet Aprianto membuka Rembug Stunting bersama Pemdes Sajen, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Utamanya dalam mewujudkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui percepatan penurunan stunting. ”Rembug Stunting difokuskan untuk mencegah dan menurunkan angka stunting di wilayah Kecamatan Pacet,” ungkapnya. 

Dia menjelaskan, program Rembug Stunting menjadi jurus jitu dalam penanganan kasus yang diintervensi sejak dari hulu. Karena dalam pelaksanaannya melibatkan peran aktif dari 20 desa se-Kecamatan Pacet. ”Jadi, progran Rembug Stunting ini dilaksanakan di masing-masing desa,” tandasnya. 

Sehingga, tutur Aprianto, seluruh pemerintah desa (pemdes) di wilayah Kecamatan Pacet secara serempak melaksanakan upaya penanganan melalui pendekatan mendalam pada kasus stunting. Yakni, dengan melakukan pendampingan keluarga rawan stunting hingga monitoring perkembangan data stunting secara berkala. 

PENCEGAHAN: Camat Pacet Aprianto menghadiri Rembug Stunting di Desa Sumberkembar, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.
PENCEGAHAN: Camat Pacet Aprianto menghadiri Rembug Stunting di Desa Sumberkembar, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

”Di masing-masing desa memiliki pendampingan keluarga. Seiap bulan, kami juga berupaya memberikan pembinaan kepada para kader pendamping keluarga,” tandasnya. Dia menegaskan, penanganan stunting juga dilaksanakan dengan lintas instansi. Baik dari puskesmas, bidan desa, serta tenaga kesehatan (nakes) melalui intervensi medis. 

Dimulai dari pemberian imunisasi lengkap, pemantauan tumbuh kembang balita, hingga edukasi gizi bagi ibu hamil (bumil) dan remaja putri. ”Jadi, koordinasi lintas sektor. Dari bidan, tenaga kesehatan, termasuk KUA (kantor urusan agama) yang memberikan bimbingan perkawinan pranikah kepada calon pengantin,” tutur Aprianto. 

SINERGI: Kepala Puskesmas Pandan, Kecamatan Pacet Rany Juliastuti menggelar kegiatan Rembug Stunting di Desa Kuripansari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.
SINERGI: Kepala Puskesmas Pandan, Kecamatan Pacet Rany Juliastuti menggelar kegiatan Rembug Stunting di Desa Kuripansari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Jajaran Kecamatan Pacet juga melakukan upaya penanganan. Mulai dari pemberian makanan olahan sebagai tambahan gizi kepada anak penderita stunting, monitoring anak melalui pendidikan anak usia dini (PAUD), hingga pelaksanaan Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH). ”Alhamdulillah berkat sinergi dengan berbagai pihak melalui Rembug Stunting, angka stunting di wilayah Kecamatan Pacet mengalami penurunan dan mencegah munculnya kasus baru,” pungkasnya. (ram/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #inovasi opd pemkab mojokerto #Pemkab Mojokerto #setahun kepemimpinan mubarok #kecamatan pacet