”Alhamdulillah berkat sinergi dengan berbagai pihak melalui Rembug Stunting, angka stunting di wilayah Kecamatan Pacet mengalami penurunan dan mencegah munculnya kasus baru.”
Aprianto
Camat Pacet
KABUPATEN - Di bawah kepemimpinan Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa dan Wakil Bupati (Wabup) dr. Muhammad Rizal Octavian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto terus fokus dalam upaya percepatan penurunan angka stunting.
Dalam rangka mendukung program prioritas pemerintah daerah, Kecamatan Pacet mendorong pengentasan dan pencegahan kasus baru di desa-desa melalui program Rembug Stunting.
CAMAT Pacet Aprianto memaparkan, Rembug Stunting merupakan bagian dari implementasi Catur Abhipraya Mubarok yang menjadi visi-misi pembangunan yang diprakarsai Gus Bupati dan Dokter Rizal.
Utamanya dalam mewujudkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui percepatan penurunan stunting. ”Rembug Stunting difokuskan untuk mencegah dan menurunkan angka stunting di wilayah Kecamatan Pacet,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, program Rembug Stunting menjadi jurus jitu dalam penanganan kasus yang diintervensi sejak dari hulu. Karena dalam pelaksanaannya melibatkan peran aktif dari 20 desa se-Kecamatan Pacet. ”Jadi, progran Rembug Stunting ini dilaksanakan di masing-masing desa,” tandasnya.
Sehingga, tutur Aprianto, seluruh pemerintah desa (pemdes) di wilayah Kecamatan Pacet secara serempak melaksanakan upaya penanganan melalui pendekatan mendalam pada kasus stunting. Yakni, dengan melakukan pendampingan keluarga rawan stunting hingga monitoring perkembangan data stunting secara berkala.
”Di masing-masing desa memiliki pendampingan keluarga. Seiap bulan, kami juga berupaya memberikan pembinaan kepada para kader pendamping keluarga,” tandasnya. Dia menegaskan, penanganan stunting juga dilaksanakan dengan lintas instansi. Baik dari puskesmas, bidan desa, serta tenaga kesehatan (nakes) melalui intervensi medis.
Dimulai dari pemberian imunisasi lengkap, pemantauan tumbuh kembang balita, hingga edukasi gizi bagi ibu hamil (bumil) dan remaja putri. ”Jadi, koordinasi lintas sektor. Dari bidan, tenaga kesehatan, termasuk KUA (kantor urusan agama) yang memberikan bimbingan perkawinan pranikah kepada calon pengantin,” tutur Aprianto.
Jajaran Kecamatan Pacet juga melakukan upaya penanganan. Mulai dari pemberian makanan olahan sebagai tambahan gizi kepada anak penderita stunting, monitoring anak melalui pendidikan anak usia dini (PAUD), hingga pelaksanaan Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH). ”Alhamdulillah berkat sinergi dengan berbagai pihak melalui Rembug Stunting, angka stunting di wilayah Kecamatan Pacet mengalami penurunan dan mencegah munculnya kasus baru,” pungkasnya. (ram/ris)
Editor : Fendy Hermansyah