KABUPATEN - Pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (bipih) tahap pertama untuk tahun 2026 resmi ditutup, Selasa (23/12). Dari 1.233 calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Mojokerto yang berhak lunas, 378 di antaranya terkonfirmasi tidak bisa melunasi bipih sebesar Rp 35,6 juta per orang. Dengan demikian, mereka dipastikan gagal berangkat ke Tanah Suci yang direncanakan mulai April 2026 mendatang.
Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto Muhibuddin mengatakan, jumlah CJH yang mampu menutup kekurangan biaya haji tersebut tercatat sebanyak 855 orang atau setara 69 persen dari total kuota.
Mereka merupakan CJH reguler sesuai nomor urut porsi pendaftaran ditambah CJH lansia yang usianya lebih dari 85 tahun. Tidak sekadar melunasi bipih, kesehatan 855 orang tersebut juga telah dinyatakan istithaah. Status tersebut dikantongi setelah menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan layak berangkat ke Baitullah di musim haji 1447 Hijriah mendatang.
’’Data monitoring pelunasan bipih, dari 1.233 calon jemaah yang berhak lunas, 855 jemaah di antaranya sudah lunas, 869 sudah istithaah, dan 378 belum lunas,’’ ungkapnya, kemarin (25/12). Meski 31 persen kuota tidak mampu melunasi bipih, Muhib tetap mengupayakan CJH lain mampu menggantikan kursi keberangkatan.
Salah satunya dengan mengusulkan CJH kategori pendamping lansia dan penggabungan mahram. Termasuk menyiapkan CJH cadangan yang jumlahnya mencapai 478 orang. Sama seperti CJH reguler, mereka juga diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan.
Tak terkecuali mengurus istithaah kesehatan dan melunasi bipih di tahap kedua yang akan dibuka mulai 2 hingga 9 Januari 2026 mendatang. ’’Tahap dua nanti akan diisi CJH reguler yang gagal sistem di tahap pertama, pendamping lansia, disabilitas, penggabungan mahram keluarga, dan cadangan sesuai nomor urut porsi,’’ tambahnya.
Namun, hingga saat ini Muhib belum dapat memastikan jumlah pasti CJH usulan lantaran sistem komputerisasi haji terpadu (siskohat) masih memverifikasi data. Meski demikian, Muhib optimistis mereka mampu memenuhi seluruh persyaratan yang dibebankan.
Sehingga dapat mengganti kekosongan kuota keberangkatan yang ditinggalkan 378 CJH. ’’Target kami 85 persen dari total kuota terpenuhi, atau minimal 1.048 CJH bisa berangkat ke Tanah Suci tahun 2026,’’ pungkasnya. (far/ris)
Editor : Fendy Hermansyah