Libatkan Empat Pengendara Motor
MOJOSARI - Kecelakaan maut antarpemotor terjadi di Jalan Pemuda, Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, Minggu (25/5). Akibatnya, dua orang tewas di lokasi akibat insiden ini.
Kedua korban tewas yakni Mochammad Yusuf Fadhilah, asal Kelurahan Tanjungsari, Sukomanunggal, Surabaya dan Farid Baha Udin, 21, warga Morokrembangan, Krembangan, Surabaya. Kecelakaan fatal di tak jauh dari Pasar Buah Mojosari ini terjadi sekitar pukul 04.00.
Insiden berawal ketika motor Honda Kharisma nopol S 5920 NH yang dikendarai Naim, 66, warga Desa Awang-Awang, Kecamatan Mojosari, menyeberang keluar gang dari barat menuju utara. Saat itu juga tengah melaju tiga motor beriringan dari arah Mojosari menuju Prambon.
Dari situ kecelakaan karambol bermula. Jarak berdekatan membuat motor Naim dihantam Honda Tiger nopol L 4536 VR yang dikendarai Tutu Bagus Andika, 20, warga Desa Jatikalang, Krian, Sidoarjo. ’’Motor yang dari arah selatan ini jalannya kencang. Terus menabrak (motor) yang keluar dari pertigaan,’’ ujar Yunus Prasetyo, salah seorang warga, kemarin.
Tak berhenti sampai di situ, motor Naim yang oleng ke kiri langsung disambar motor Honda Mega Pro nopol L 4760 TU yang tunggangi Mochammad Yusuf Fadhilah, asal Kelurahan Tanjungsari, Sukomanunggal, Surabaya. Motor Tiger yang oleng kenan juga disasak motor Honda GL nopol L 6081 MQ yang dikendarai Farid Baha Udin, 21, warga Morokrembangan, Krembangan, Surabaya.
’’Motor yang jalan dibelakang itu juga kencang. Terus menabrak yang jatuh ke tengah itu,’’ terang Yunus. Kerasnya benturan antarmotor membuat seluruhnya terjatuh. Di antaranya bahkan terpental beberapa meter dari lokasi. Bahkan, Fadhilah dan Farid tewas seketika akibat luka serius di kepala. Sementara Naim dan Bagus alami patah tulang kaki dan tangan.
Para korban langsung dievakuasi relawan ke RSUD Prof dr Soekandar Mojosari. Sementara barang bukti di lokasi diamankan petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Mojokerto yang melakukan penanganan olah tempat kejadian perkara (TKP). ’’Yang meninggal dua orang. Dua oran lainnya kritis,’’ ungkap pria 40 tahun ini. (vad/fen)
Editor : Hendra Junaedi