PUNGGING, Jawa Pos Radar Mojokerto – Lima ekor monyet berkeliaran di perkampungan Desa Sekargadung, Kecamatan Pungging. Keberadaannya telah meresahkan warga di dua dusun. Kawanan monyet liar itu diduga turun dari kawasan hutan Desa Sugeng, Kecamatan Trawas, yang berjarak sekitar 6 kilometer (km).
Keberadaan monyet berekor panjang ini meresahkan warga. Monyet-monyet tersebut sudah muncul sejak tiga hari terakhir. Awalnya, kawanan diketahui berada di perkampungan Dusun Menunggal. Lima ekor monyet terdiri dari empat ekor berukuran besar satu satu ekor berukuran kecil berkeliaran di atap dan pelataran rumah warga.
Teror monyet tersebut terus meluas. Mereka mulai menjajah permukiman warga Dusun Kebonsari yang berada di sisi barat Dusun Menunggal. ”Baru ini tadi kelihatan. Ada tiga ekor monyet di sini,” kata Agus, warga Dusun Kebonsari, kemarin (31/1). Menurutnya, monyet-monyet tersebut berukuran besar. Pergerakan mereka lincah dan melompat dari satu rumah ke rumah lain.
Monyet-monyet tersebut juga turun ke pelataran. Mereka tidak menyerang penduduk, namun beberapa di antaranya mengambil hasil kebun warga. ”Tidak sampai mengganggu warga, hanya saja meresahkan. Kabarnya ada yang makan buah nangka orang,” jelasnya. Agus tidak tahu pasti asal mula kawanan binatang liar ini datang. Selain jumlahnya yang banyak, selama ini tidak ada warga yang memelihara monyet. ”Kalau satu ekor mungkin bisa saja peliharaan lepas, tapi ini sampai lima ekor,” imbuhnya.
Karena merasa takut, warga melaporkan kemunculan kawanan monyet ke petugas terkait. Kemarin pagi, tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jatim turun ke lokasi. ”Sempat terlihat, tapi karena sangat gesit jadi masih perlu dipantau terus supaya bisa ditangkap.” ucap Fajar Dwi Nur Aji, salah satu tim BBKSDA Jatim di lokasi.
Kawanan monyet itu diduga turun gunung. Sejumlah kawasan hutan bisa jadi menjadi asal mula binatang dilindungi itu berasal. Yang paling mungkin yakni hutan di Dusun Sugeng, Desa Trawas. Daerah tersebut banyak dihuni monyet liar dan hanya berjarak sekitar 6 km dari Desa Sekargadung. ”Kemungkinan mereka datang dari hutan Desa Sugeng. Mereka turun gunung karena berkeliaran di luar radius mereka,” jelasnya.
Ada beberapa penyebab monyet-monyet tersebut berkeliaran di perkampungan. Antara lain habitatnya rusak sehingga mencari tempat lain ataupun terjadi pecah koloni. ”Kemungkinan penyebabnya satu karena habitat, kedua bisa saja koloni ini terusir oleh koloni monyet lain yang lebih berkuasa di hutan,” bebernya.
Menurut Fajar, jenis monyet ekor panjang ini tidak menyerang. Mereka hanya agresif ketika didekati. Olehnya, monyet-monyet tersebut sangat gesit. Sampai kemarin sore, upaya penangkapan masih terus dilakukan. (adi/ron)
Editor : Fendy Hermansyah