Kabid Penataan Bangunan Gedung (PBG) Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Doddy Prasetyo, mengatakan, berbagai fasilitas di lingkungan Sekolah Rakyat (SR) terus dipenuhi. Hal itu sejalan dengan dukungan dan komitmen Pemkab Mojokerto terhadap program pemerintah pusat di daerah. ’’Salah satu sarana prasarana terbaru yang dibangun pemkab Mojokerto ada aula, pos satpam dan UKS,’’ ungkapnya.
Dianggarkan sebesar Rp 1,6 miliar pada APBD 2025, sejumlah fasilitas tersebut sudah tuntas dibangun sejak Desember lalu dan kini sudah bisa dimanfaatkan untuk kegiatan para siswa SR setiap harinya. Dengan konstruksi atap baja dan galvalum, para penghuni tak perlu khawatir atas kekuatan bangunan tersebut. Selain dipastikan aman, juga nyaman saat beraktivitas di bawahnya. ’’Utamanya untuk aula, bangunannya kita buat luas, dengan lebar 27 meter x 7 meter. Jadi fungsinya juga kita buat sebagai lapangan olah raga futsal,’’ jelasnya.
Menurutnya, pemenuhan sarpras tersebut tak lain untuk mendukung keberlangsungan Sekolah Rakyat Menengah Pertama 15 di bumi Majapahit. Termasuk dalam mengembangkan bakat dan potensi para siswa saat mengenyam ilmu di lembaga pendidikan yang di bawah kendali Kementerian Sosial tersebut. ’’Dan Alhamdulillah, setelah dilakukan uji oleh tim, pembangunan aula, pos satpam dan UKS itu selesai tepat waktu, tepat mutu dan tepat biaya,’’ tegasnya.
Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa menegaskan Kabupaten Mojokerto menjadi satu di antara 15 kabupaten/kota di Jawa Timur dan 63 daerah se-Indonesia yang masuk tahap pertama untuk mengawali tahun ajaran baru 2025/2026. Setidaknya ada 50 siswa dengan dua rombongan belajar (rombel) yang mendapat kesempatan mengenyam pendidikan berkonsep asrama ini. Terdiri dari 22 laki-laki dan 28 perempuan.
Puluhan siswa ini hasil seleksi yang dilakukan petugas dari total 150 anak yang bersedia. Mereka merupakan keluarga prasejahtera sesuai Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). ’’Para siswa akan dicukupi terkait sumber daya manusia-nya, pendidikan dan pemberdayaan untuk orang tua. Sekolah rakyat adalah upaya untuk meningkatkan sumber daya masyarakat ekonomi bawah melalui pendidikan untuk memutus mata rantai kemiskinan,’’ jelasnya.
Tak urung mereka tidak hanya dididik pada sektor akademik, melainkan juga penguatan spiritual agar menjadi SDM unggul dan memiliki daya saing. Hal ini menjadi bagian dari pendidikan karakter kepada anak. Di lokasi ini, seluruh fasilitas disiapkan lengkap, mulai dari asrama, ruang belajar, perpustakaan, UKS, kamar tidur, hingga makan bergizi tiga kali sehari. ’’Kami ucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas program ini. Sekolah Rakyat hadir sebagai solusi pendidikan berkualitas bagi masyarakat tidak mampu,’’ tegasnya. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah