Digelar November Mendatang, Sekolah Diimbau Aktifkan Sosialisasi
MOJOKERTO RAYA – Pelaksanaan tes kemampuan akademik (TKA) sebentar lagi bakal digulirkan. Di Mojokerto Raya, sudah separuh lebih siswa SMA mendaftarkan diri mengikuti tes sebagai pengganti ujian nasional (UN) tersebut.
Kasi SMA PK-LK Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Kabupaten-Kota Mojokerto Imron Rosadi menuturkan, dari total 6.372 siswa kelas XII, kini sebanyak 3.809 di antaranya telah mendaftar mengikuti TKA. ’’Saat ini pendaftaran siswa masih terus berproses,’’ ungkapnya, kemarin (23/9).
Imron menyebutkan, kendati tidak wajib, namun cabdindik tetap mendorong sekolah agar memastikan siswanya mengikuti TKA. Sebab, nilai dari TKA sedianya akan digunakan sebagai validator nilai rapor sekaligus salah satu komponen seleksi seleksi nasional berbasis prestasi (SNBP). ’’Sekolah sudah kita imbau agar mewajibkan semua siswa ikut TKA,’’ ujarnya.
Sekadar diketahui, TKA dilaksanakan untuk mengevaluasi pencapaian akademik siswa secara individu. Sehingga dapat diperoleh nilai standar yang dapat dibandingkan dengan siswa maupun sekolah lain. Kemudian, untuk pelaksanaan ujian, akan mencakup mata pelajaran (mapel) wajib. Meliputi, bahasa Indonesia, matematika, dan bahasa Inggris, serta dua mapel pilihan yang disesuaikan dengan minat para siswa. ’’Total ada lima pelajaran yang diujikan,’’ imbuh dia.
Di lain sisi, cabdindik menyatakan, TKA akan dilaksanakan secara gratis. Oleh sebab itu, sekolah dilarang membebankan biaya kepada murid maupun orang tua dalam pelaksanaan TKA. Hal tersebut juga telah ditetapkan langsung oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Di mana, seluruh biaya pelaksanaan TKA ditanggung anggaran pemerintah. ’’Murid dan orang tua tidak dibebankan biaya apa pun untuk mengikuti TKA,’’ tegas Kepala Cabdindik Jawa Timur Wilayah Kabupaten-Kota Mojokerto Mudianto.
Dia memastikan bahwa pelaksanaan TKA tidak akan dipungut biaya alias gratis. Termasuk untuk persiapan dilakukan sebagai bagian dari proses pembelajaran menggunakan sumber daya sekolah dan pemerintah. ’’Satuan pendidikan dilarang membebankan biaya persiapan TKA kepada murid dan orang tua,’’ tegasnya. Pelaksanaan TKA dijadwalkan akan berlangsung November nanti. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi