Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Guru IT di Mojokerto Jadi Pilot Project Operator IFP

I
Penulis: Indah Oceananda❯

 


Advertisement

DIBIMBING: Guru SMPN 2 Kutorejo saat mengoperasikan bantuan IFP dari pemerintah pusat untuk mendukung kegiatan belajar mengajar siswa di sekolah.
DIBIMBING: Guru SMPN 2 Kutorejo saat mengoperasikan bantuan IFP dari pemerintah pusat untuk mendukung kegiatan belajar mengajar siswa di sekolah.
 

Pasca Ratusan Sekolah Terima Hibah Papan Pintar 

KABUPATEN – Ratusan lembaga pendidikan di bumi Majapahit sudah menerima hibah papan interaktif atau interactive flat panel (IFP) dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Untuk mendukung pengoperasian, sekolah juga diwajibkan menunjuk guru terutama di bidang informasi teknologi (IT) sebagai pilot project operator. 

Advertisement

Di SMPN 2 Kutorejo, misalnya. Sebagai bentuk percepatan transformasi digital, pemanfaatan IFP yang dibagikan oleh pemerintah pusat terus dipantau. ’’Seluruh sekolah wajib mengoperasikan, guru-guru muda yang pandai IT bisa berbagi ilmu untuk pemanfaatannya dengan guru yang lebih senior tapi kemampuan IT-nya kurang,’’ kata Kepala SMPN 2 Kutorejo Rahayu Wijayanti, kemarin (30/1). 

Rahayu menyebut, beberapa guru di sekolah lain juga sempat mengikuti pelatihan pemanfaatan IFP. Dari guru yang sudah dilatih itu mereka bakal menyebarkan ilmunya ke sekolah lain. ’’Kebetulan kalau di SMPN 2 Kutorejo punya guru IT yang bagus dan juga ada panduan penggunaan IFP. Jadi, kita tidak ikut pelatihan,’’ imbuhnya. 

Dia menambahkan, pengadaan papan pintar dari Kemendikdasmen berdasar kesediaan satuan pendidikan masing-masing melalui aplikasi dapodik. Menurutnya, pembelajaran dengan IFP bisa menjadikan anak-anak lebih interaktif, kolaboratif, multimodal, dan bermakna. Selain itu, penggunaannya akan berpengaruh positif terhadap motivasi belajar. ’’Pemahaman konsep pembelajaran dan keterampilan abad 21 juga lebih mudah diakses dan dipahami oleh peserta didik,’’ tuturnya. 

Advertisement

Berdasarkan data dinas pendidikan (dispendik), sebanyak 540 lembaga pendidikan di Kabupaten Mojokerto telah menerima bantuan IFP. Antara lain, di jenjang SD 120 lembaga, dan tingkat SMP negeri maupun swasta 420 unit. Di samping itu, PAUD dan TK juga menerima bantuan perangkat digital tersebut. Berdasarkan usulan sebelumnya, terdapat 853 lembaga yang mengajukan bantuan smart TV. (oce/ris)

 

Advertisement

Artikel Terkait

Mengajar Tiap Hari, Honor Guru Non-ASN di Mojokerto Tersendat Dapodik

Mengajar Tiap Hari, Honor Guru Non-ASN di Mojokerto Tersendat Dapodik

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Mojokerto menyoroti nasib guru non-ASN yang belum terakomodasi dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Persoalan itu muncul karena pembayaran honor guru non-ASN melalui d

Jumlah Guru di Kabupaten Mojokerto Belum Ideal

Jumlah Guru di Kabupaten Mojokerto Belum Ideal

Distribusi tenaga pendidik di bumi Majapahit terbilang belum ideal. Sebab, masih banyak kursi kosong yang jadwalnya ditambal sulam oleh guru lain. Namun demikian, keran penerimaan calon pegawai negeri sipil (PNS) khusus

Kuota PPG Turun, Persaingan Antarguru di Mojokerto Kian Ketat

Kuota PPG Turun, Persaingan Antarguru di Mojokerto Kian Ketat

Tahun ini, kuota program Pendidikan Profesi Guru (PPG) calon guru tahun 2026 dibuka sebanyak 18 ribu peserta. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 20 ribu peserta. 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer