Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia mengatakan jumlah korban tewas di Ukraina kemungkinan lebih tinggi. Hal itu karena konflik bersenjata dapat membuat laporan kematian tak tercatat secara rinci atau tertunda.
PBB mengatakan sebagian besar korban sipil yang tercatat disebabkan oleh penggunaan senjata peledak dengan area dampak yang luas. Selain itu, mereka tewas karena tembakan dari artileri berat dan sistem peluncuran roket ganda, serta rudal dan serangan udara.
Krisis Pangan
Tak hanya korban tewas, Ukraina juga terancam krisis ketahanan pangan yang dipicu oleh perang. Kondisi itu mendorong banyak orang meninggalkan rumah mereka.
“Situasi perang mendorong tingkat perpindahan penduduk global yang lebih tinggi,” kata kepala badan pengungsi PBB (UNHCR).
Sebuah laporan badan PBB menunjukkan bahwa sekitar 89,3 juta orang mengungsi secara paksa di seluruh dunia sebagai akibat dari penganiayaan, konflik, pelecehan dan kekerasan pada akhir 2021. Sejak itu, jutaan lainnya telah meninggalkan Ukraina atau mengungsi akibat invasi Rusia. (*) Editor : Fendy Hermansyah