DPUPR Kabupaten Mojokerto Mitigasi Potensi Banjir
KABUPATEN - DPUPR Kabupaten Mojokerto mendorong Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas untuk segera melakukan perbaikan tanggul sungai di 18 kecamatan. Hasil inventarisir pemkab menunjukkan ada sebanyak 48 titik tanggul sungai kondisinya rawan jebol alias kritis.
Puluhan tanggul kritis ini tersebar di aliran Sungai Brantas di penjuru kabupaten. Di antaranya, Tanggul Sungai Sumber Ngrayung di Desa Salen, Kecamatan Bangsal dan Tanggul Afvour Sumberwaru di Desa Kembangsri, Kecamatan Ngoro. Meski kedua titik tanggul yang sempat jembol ini telah mendapat penanggulan darurat oleh pemda, dinilai masih perlu dilakukan penanggulan permanen.
Tak lain, untuk mengantisipasi kembali jebolnya tanggul sungai yang bisa berdampak pada masyarakat sekitar. ’’Data ini hasil mitigasi rutin yang kami laksanakan. Nanti BBWS Brantas yang akan menindaklanjuti,’’ ujar Kabid Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Kabupaten Mojokerto Rois Arif Budiman, kemarin.
Ia menyebut, karena terkategori kritis, perlu adanya penanganan segera untuk mengantisipasi terjadinya bencana banjir. Di samping tanggul rawan jebol, lanjut Rois, pihaknya turut mencatat sejumlah persoalan lain yang berpotensi memicu bencana banjir. Salah satunya yakni perbaikan pintu air Afvour Jombok di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko. ’’Kami juga usulkan perbaikan pintu air ini karena kondisinya yang sudah kurang berfungsi maksimal,’’ jelasnya.
Rois mengaku, seluruh usulan ini telah disodorkan langsung ke BBWS Brantas tahun ini. Baik melalui forum kordinasi maupun secara bersurat. Menurutnya, BBWS Brantas bakal menindaklanjuti usulan tersebut sesuai skala prioritas. ’’Dari BBWS Brantas, penanganan akan dilaksanakan setiap tahun sesuai prioritas dan kapasitas anggaran mereka,’’ imbuh Rois. (vad/fen)
Editor : Hendra Junaedi