Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

DLH Kota Mojokerto Minim Peralatan dan Personel

Yulianto Adi Nugroho • Rabu, 15 Oktober 2025 | 15:25 WIB

DAMPAK ANGIN KENCANG: Petugas BBWS memotong pohon yang tumbang di Sungai Sadar, Lingkungan Tropodo, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Jumat (10/10).
DAMPAK ANGIN KENCANG: Petugas BBWS memotong pohon yang tumbang di Sungai Sadar, Lingkungan Tropodo, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Jumat (10/10).
 

Penanganan Pohon Tumbang Dilakukan Bergilir

 KOTA – Penanganan pohon tumbang akibat angin kencang di Kota Mojokerto pekan lalu hingga kemarin (14/10) masih berlansung. Minimnya peralatan dan personel membuat dinas lingkungan hidup (DLH) harus melakukan penanganan secara bergilir. 

Angin kencang pada Rabu (8/10) lalu menumbangkan pohon di berbagai tempat di Kota Mojokerto. Hingga kini, pohon-pohon yang ambruk belum seluruhnya tertangani. Seperti yang berlangsung kemarin, tim DLH menangani pohon di Taman Benteng Pancasila (Benpas) dan di Jalan Mojopahit. ”Setiap hari ada penanganan pohon dampak angin kencang, juga laporan dari warga,” kata Gandhi, personel DLH Kota Mojokerto, kemarin. 

Penanganan itu dilakukan dengan memaksimalkan satu kendaraan skylift dan personel yang ada. Karena itu, lanjutnya, pembersihan pohon tumbang berlangsung secara bergilir. Termasuk terhadap pohon yang ambruk ke aliran Sungai Sadar, Lingkungan Tropodo, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan. ”Insya Allah setelah penanganan di Jalan Benpas, kami segera lakukan penanganan di Sungai Sadar,” tandasnya. 

Sebelumnya, penanganan pohon tumbang di Sungai Sadar dianggap lamban karena tak kunjung dievakuasi hingga Jumat (10/10). Saat itu, penanganan dilakukan oleh petugas BBWS Brantas dengan memotong dan membersihkan pohon yang menutup aliran sungai. 

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Mojokerto Ganesh P. Kresnawan mengakui, pihaknya belum melakukan penanganan pohon di Sungai Sadar karena masih berkoodinasi dengan DLH. ”Kami masih akan koordinasi lebih dahulu dengan DLH,” katanya, Jumat (10/10). (adi/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#Minim Personel #peralatan bencana #dlh kota mojokerto #Kota Mojokerto #penanganan pohon tumbang #Pohon tumbang akibat diterjang angin