Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Sehari, Damkar Kota Mojokerto Potong Tiga Cincin

Yulianto Adi Nugroho • Senin, 11 Agustus 2025 | 16:10 WIB

DIGERINDA: Petugas Damkar Kota Mojokerto memotong cincin yang tersangkut di jari warga, Sabtu (10/8).
DIGERINDA: Petugas Damkar Kota Mojokerto memotong cincin yang tersangkut di jari warga, Sabtu (10/8).
 

 KOTA - Damkar Kota Mojokerto kian diandalkan masyarakat untuk mencari pertolongan. Sepanjang Sabtu (10/8) lalu, tim pemadam melayani tiga warga yang meminta bantuan memotong cincin. Aksesori jari yang dicopot paksa itu meliputi dua cincin emas dan satu monel.

Komandan Regu UPTD Damkar Kota Mojokerto Suyitno mengatakan, salah satu cincin emas yang terpaksa dipotong milik Nabilla Trisnoning Ati, warga Dusun Pelabuhan, Desa/Kecamatan Jetis. Sekitar pukul 20.00, perempuan 25 tahun tersebut datang ke kantor damkar di Jalan Bhayangkara karena cincin yang melingkar di jari tengahnya tak bisa dilepas. ’’Sempat kami upayakan dilepas manual dengan benang, tapi karena tetap tidak bisa sehingga terpaksa dievakuasi dengan cara digerinda,’’ jelasnya, kemarin (10/8).

Mengunakan alat gerinda, petugas memotong cincin dari bagian dalam telapak tangan. Antara lingkar cincin dan tangan diberi pelapis mika untuk mencegah cidera dan mengurangi rasa sakit. Hanya dalam waktu 10 menit, perhiasan emas itu akhirnya bisa terlepas.

Suyitno mengatakan, selama sehari itu, petugas menangani tiga warga yang mengalami kendala cincin tersangkut di jari. Beberapa jam sebelumnya, dirinya juga telah mengevakuasi cincin emas yang tersangkut di jari seorang perempuan.

Bahkan, sekitar pukul 21.30 atau satu setengah jam setelah evakuasi kedua, seorang pemuda juga meminta pertolongan. Kali ini, cincin monel yang baru dibeli lewat lokapasar tersangkut di jari manisnya. ’’Sorenya baru dipakai, tapi karena sesak jadinya bengkak,’’ tuturnya.

Karena tak memungkinkan dilepas secara manual, cincin harus dipotong dengan gerinda. Kali ini, prosesnya lebih lama hampir setengah jam karena cincin cukup tebal. ’’Harus dipotong dari kedua sisi, karena sangat kaku,’’ tandas dia. (adi/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#Damkar Kota Mojokerto #potong cincin oleh petugas damkar #gerinda