KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Sebanyak 57 desa di Kabupaten Mojokerto digerojok dana desa (DD) tambahan Rp 7,9 miliar. Sebab, puluhan desa ini lantaran dianggap berhasil dalam kinerja penyaluran DD hingga realisasi pelaksanaan APBDes 2023.
Kabid Bina Pemdes DPMD Kabupaten Mojokerto Hendra Putra Djaja T, mengatakan, dana desa pada TA 2023 kembali ditambah. Hanya saja, kucuran anggaran dari APBN tersebut tidak menyasar seluruh desa yang ada di bumi Majapahit.
’’Dari 299 desa, yang mendapat tambahan dana desa tahun ini sebanyak 57 desa,’’ ungkapnya.
Kucuran anggaran tersebut dengan mempertimbangkan beberapa kriteria sesuai yang diatur di PMK 201/PMK.07/2022 tentang pengelolaan DD.
Pada pasal 13 ayat 2, meliputi, penetapan dan penyampaian data APBDes TA 2023; kinerja penyaluran Dana Desa TA 2023;persentase anggaran BLT Desa terhadap anggaran Dana Desa TA 2023; persentase realisasi pembayaran BLT Desa terhadap kewajiban penganggaran BLT Desa TA 2022; kinerja penyampaian laporan daftar transaksi harian dan rekapitulasi transaksi harian setiap bulan TA 2023.
’’Lalu ada kinerja penyampaian laporan realisasi APBDes setiap bulan TA 2023 dan kinerja penyampaian laporan konsolidasi realisasi pelaksanaan APBDes TA 2022,’’ tandasnya.
Sebanyak 57 desa itu tersebar di 18 kecamatan. Paling banyak ada di Kecamatan Kutorejo dengan sembilan desa.
Disusul, Kecamatan Dawarblandong tujuh desa dan Kecamatan Trowulan enam desa.
Lalu Kecamatan Mojosari lima desa serta masing-masing empat desa tersebar di Kecamatan Pacet dan Kemlagi. Sedangkan untuk Kecamatan Jaterejo, Dlanggu, Bangsal, Puri, Gedeg, dan Mojoanyar masing-masing tiga desa.
Sementara Kecamatan Jetis dua desa. Untuk Kecamatan Gondang dan Ngoro masing-masing satu desa.
’’Untuk nilai tambahannya sebesar Rp 7.959.594.000. Sehingga per desa mendapatkan Rp 139.646.000,’’ tuturnya.
Kapan penyalurannya, Hendra, mengaku masih menunggu peraturan menteri keuangan.
Yang pasti, ratusan juta yang diperoleh 57 desa ini untuk mendanai kegiatan sesuai prioritas desa.
Termasuk penangananan bencana alam dan non alam. Terutama penanganan El Nino dan dampaknya.
’’Bisa kekeringan, sulitnya air bersih, penurunan produksi pertanian dan wabah penyakit,’’ jelasnya. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah