TROWULAN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kekesalan warga Dusun/Desa Domas, Kecamatan Trowulan terhadap aksi pembuangan limbah kotoran ayam di kampungnya, memuncak. Mereka menutup akses truk limbah menuju lokasi lantaran bau menyengat semakin mengganggu warga.
Warga memblokir jalan menuju lokasi yang tidak jauh dari makam Desa Domas itu dengan memasang drum bekas yang dicor di tengah jalan. Tujuannya, truk muatan limbah kotoran ayam tidak bisa melintas ke lokasi yang merupakan area persawahan. ”Pemasangan cor itu karena warga sudah kesal. Sebenarnya ada dua jalan, satunya lagi di sisi selatan. Tapi mereka nggak berani lewat situ karena lewat pemukiman warga,” terang Kades Domas Slamet Purwanto.
Pengecoran itu tidak dilakukan sembarangan. Sebab, hal tersebut merupakan kesepakatan bersama usai melakukan musyawarah di Balai Desa Domas, kemarin pagi.
Slamet menerangkan, musyawarah itu digelar akibat warga terganggu bau tak sedap sejak sebulan terakhir. ”Yang paling terdampak baunya itu warga RT/RW 1, sama RT 8, 9, 10, di RW 2 Dusun Domas,” sebutnya kemarin.
Sejauh ini, bau menyengat membayangi warga seiring terus dilakukannya dumping limbah di lokasi. Dalam sehari, sekitar dua hingga enam truk bergiliran di lokasi untuk membuang kotoran ayam. ”Kami terus dorong agar dilakukan uji laboratorium. Kalaupun nanti hasilnya bukan B3, ya supaya itu dikondisikan tidak menimbulkan bau. Persoalan ini karena baunya itu,” ungkapnya.
Saking parahnya, imbas bau menyengat dari limbah itu turut dialami tetangga desa. ”Kemarin (Senin, 7/2) kita didatangi perangkat Desa Plososari, Puri, soal baunya yang sudah sampai sana. Insyaallah hari Kamis (besok) kami lakukan mediasi mengundang forkopimca dan sejumlah pihak terkait termasuk pemilik lahan,” urainya.
Kepala Desa Plososari A Rifa'i menambahkan, bau menyengat dari limbah kotoran ayam itu turut dikeluhkan warganya belakangan ini. Menurutnya, bau busuk itu sampai ke wilayahnya akibat hujan dan hembusan angin. Ditambah lagi, lokasi pembuangan limbah yang tak jauh dari perbatasan kedua desa tersebut. ”Benar, kemarin (Senin, 7/2) memang ada perwakilan yang datang ke sana (Balai Desa Domas). Ya nyampaikan seputar itu,” ungkapnya.
Dikatakannya, imbas limbah kotoran ayam itu mengusik ketentraman warga. Dalam waktu dekat, perwakilan warga bakal kembali berkoordinasi dengan Pemdes Domas untuk merampungkan persoalan tersebut.
Sementara itu, pemilik lahan Suroso mengaku, menyambut baik adanya rencana mediasi yang bakal digelar dalam waktu dekat itu. Pemilik lahan seluas 6 ribu meter persegi untuk pembuangan kotoran ayam itu tak ingin aksi blokade oleh warga samakin berlarut-larut. ”Kalau saya diundang mediasi ya saya datang, Kalau nggak diundang ya nggak datang. Misalnya, kalau solusinya nanti kami disuruh angkat kotoran itu ya nanti nunggu kering dulu,” katanya. (vad/ron)
Editor : Fendy Hermansyah