KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Memasuki musim penghujan, warga diminta mewaspadai ancaman binatang liar masuk ke permukiman. Seperi ular berbisa serta tawon vespa yang kerap muncul saat curah hujan tinggi.
Terakhir, seekor ular sanca ditemukan di rumah Ainun Nisa, warga Lingkungan Balongcangkring, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, Sabtu (5/11). Keberadaan ular berbisa yang memiliki panjang kira-kira empat meter itu membuat seisi rumah ketakutan. Bahkan satu unit damkar harus turun ke lokasi untuk mengevakusi ular. ’’Sekitar satu jam akhinya bisa ditangkap dan kami evakuasi,’’ kata operator Damkar Kota Mojokerto Heroe Sasangka, kemarin.
Heroe menyebut, keberadaan ular tersebut cukup berbahaya. Selain berbisa, ular sanca ini memiliki ukuran yang tidak biasa. Bahkan, butuh lima orang untuk menangkapnya. Dia menyebut, kejadian ular masuk rumah perlu diwaspadai pada musim penghujan. Ular yang masuk permukiman biasanya bersembunyi di semak-semak. ’’Tempat yang rimbun-rimbun bergitu perlu dibersihkan,’’ ucapnya. Pemilik rumah juga diimbau untuk membersihkan lingkungan sekitarnya. Aktivitas menumpuk barang-barang di luar maupun di dalam rumah perlu dihindari.
Komandan Regu Pos Damkar Mojosari BPBD Kabupaten Mojokerto Ayus Inarno menambahkan, curah hujan tinggi membuat ular mencari tempat untuk menaruh telurnya. Salah satunya yakni dengan keluar masuk rumah penduduk. Selain mewaspadai ular, sarang tawon vespa juga banyak muncul pada saat curah hujan tinggi seperti saat ini. Sejak memasuki musim penghujan, setiap dua kali sehari pihaknya mengevakuasi saran yang berada di rumah warga. ’’Karena kondisinya hawa dingin jadi banyak muncul sarang baru. Kan tawon itu habitat aslinya dari pegunungan,’’ jelasnya.
Antisipasi keberadaan sarang tawon dengan daya sengatan mematikan tersebut menurutnya bisa dilakukan sejak dini. Yakni, dengan merusak bakal sarang tawon. ’’Kalau tahu ada pembuatan sarang tawon masih kecil segera dirusak atau dihalau. Supaya tidak sampai besar karena bisa berbahaya,’’ ujar Ayus. (adi/abi)
Editor : Fendy Hermansyah