Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tren Mahar Berbahan Akrilik, Diburu Pengantin Masa Kini, Dinilai Lebih Cantik dan Estetik

Moch. Chariris • Rabu, 21 Februari 2024 | 03:10 WIB
KEKINIAN: Pengantin baru, Niar Ravita dan suami Jayadi, asal Desa Jampirogo, Kecamatan Sooko, menunjukkan mahar akrilik di acara pernikahannya. (foto: dok Niar Ravita for Radar Mojokerto)
KEKINIAN: Pengantin baru, Niar Ravita dan suami Jayadi, asal Desa Jampirogo, Kecamatan Sooko, menunjukkan mahar akrilik di acara pernikahannya. (foto: dok Niar Ravita for Radar Mojokerto)

RADARMOJOKERTO - Mahar menjadi kebutuhan bagi para pengantin baru.

Barang tersebut merupakan bagian penting dalam pernikahan, sebagai bentuk penghargaan bagi mempelai wanita.

BANYAK DIBURU: Sri Ufami menunjukkan mahar akrilik berhias bunga anggrek di galerinya, Desa Wonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto: Wilda Mifta for Radar Mojokerto)
BANYAK DIBURU: Sri Ufami menunjukkan mahar akrilik berhias bunga anggrek di galerinya, Desa Wonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto: Wilda Mifta for Radar Mojokerto)

Oleh karena itu, belakangan mahar dibuat dengan tampilan yang unik, estetik, dan cantik.

Dulunya, mahar identik dengan desain tempat ibadah dari gulungan uang. Kendati demikan, saat ini inovasi mahar semakin berkembang.

Baik pada model hingga bahan utamanya.

Sri Ufami, 34, salah satu perajin mahar asal Desa Wonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto mengatakan, dari tahun 2022 dirinya dibanjiri pesanan mahar akrilik.

Identik Baca Juga: Kelembutan Kue Pancong Banyak digemari Lidah Anak Muda Kota Mojokertodengan penggunaan plastik terang menyerupai kaca, kemudian didesain dan dilaser.

”Kebanyakan pengantin order mahar akrilik. Karena modelnya  terlihat kekinian,” papar El, begitu Sri Ufami akrab disapa, Selasa (20/2).

Di samping itu, dekorasi yang digunakan pada mahar biasanya dipadukan dengan replika bunga. Terutama, bunga anggrek.

Terlebih, replika anggrek terlihat berisi, sehingga dapat memenuhi bagian kosong pada frame mahar. 

”Bunga anggrek biasanya digunakan sebagai hiasan utama, sedangkan aksesori lain, seperti dedaunan sekadar hiasan tambahan,” terangnya.

Selain karena keelokan tampilan, mahar ini dinilai simpel dan minimalis.

El menjelaskan, desain dan dekorasi mahar akrilik lebih mudah dibanding menyerupai replika bangunan empat dimensi.

Proses pengerjaan mahar akrilik dilakukan dengan pembuatan desain melalui komputer, pelaseran bahan baku, serta penataan hiasan sebelum pemasangan bingkai.

”Cukup singkat, namun dibutuhkan ketelatenan untuk menghiasnya, agar menimbulkan kesan mewah, meskipun minimalis,” jelasnya.

Dari segi harga, mahar akrilik cenderung lebih mahal. Umumnya, untuk satu mahar akrilik berukuran sedang dihargai Rp 350 ribu.

Sementara itu, Niar Ravita, 21, pengantin baru asal Desa Jampirogo, Kecamatan Sooko ini mengaku, alasan menggunakan mahar akrilik karena model yang ditawarkan cukup up-to-date.

Dapat disesuaikan dengan selera pembeli, serta lebih tahan lama.

”Bebeda dengan media printingmahar akrilik tidak pudar dan lebih awet,” katanya. (wilda mifta)

 

 

Editor : Moch. Chariris
#pengantin #akrilik #mahar