Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

SDN Wonokusumo Luncurkan Inovasi Taman KUNYIT

F
Penulis: Fendy Hermansyah❯
KOMPAK: SDN Wonokusumo Mojosari memperingati Hari Keanekaragaman Hayati Internasional dengan meluncurkan program inovatif Taman KUNYIT, Jumat (22/5). (Basuni JPRM)
KOMPAK: SDN Wonokusumo Mojosari memperingati Hari Keanekaragaman Hayati Internasional dengan meluncurkan program inovatif Taman KUNYIT, Jumat (22/5). (Basuni JPRM)

Advertisement

 

 

Saat Peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional

Advertisement

SDN Wonokusumo, Kceamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, memperingati Hari Keanekaragaman Hayati Internasional dengan meluncurkan program inovatif Taman KUNYIT, Jumat (22/5).

Kepala SDN Wonokusumo Mojosari, Nurul Fadilah, S.Pd, mengatakan kegiatan diawali dengan senam bersama seluruh warga sekolah, dilanjutkan sosialisasi program Taman KUNYIT, dan ditutup aksi penanaman puluhan tanaman TOGA serta sayuran di lingkungan sekolah.

Pada aksi tanam perdana tersebut, berbagai jenis bibit ditanam, mulai dari tanaman obat keluarga (TOGA) hingga sayuran. ’’Taman KUNYIT ini terpadu karena melibatkan dewan guru, siswa kelas 1 hingga 6, penjaga sekolah, pedagang kantin, hingga perwakilan komite dan paguyuban orang tua. Ini kerja sama yang luar biasa,’’ ujar Nurul Fadilah di sela kegiatan.

Advertisement

Nurul menambahkan, kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran cinta lingkungan sejak dini sekaligus mendukung pelestarian keanekaragaman hayati di sekitar sekolah. ’’Hari Keanekaragaman Hayati Internasional bukan sekadar peringatan. Ini momentum bagi anak-anak untuk belajar langsung bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab bersama,’’ katanya.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga sejalan dengan komitmen SDN Wonokusumo sebagai sekolah yang menuju Sekolah Hijau (Green School). Ia menjelaskan, Taman KUNYIT bukan sekadar kebun sekolah biasa. KUNYIT merupakan singkatan dari Kebun Unggul, Nyaman, Inspiratif, dan Terpadu.

’’Kami ingin kebun ini menjadi laboratorium hidup. Anak-anak bisa belajar IPA, karakter peduli lingkungan, dan gotong royong dari kegiatan sederhana seperti ini, sekaligus memahami pentingnya TOGA untuk kesehatan,’’ pungkasnya. (bas/fen)

Advertisement
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto

Artikel Terkait

Hijau dan Berkarakter: SDN Wonokusumo Resmikan Program Prasasti Hayatiku pada Penutupan MPLS Ramah 2026

Hijau dan Berkarakter: SDN Wonokusumo Resmikan Program Prasasti Hayatiku pada Penutupan MPLS Ramah 2026

SDN Wonokusumo, Kecamatan Mojosari resmi menutup rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 pada Jumat (17/7). Momen penutupan ini sekaligus menjadi puncak peresmi

498 Gedung Sekolah di Mojokerto Rusak, Mayoritas di Bagian Atap Ruang Kelas

498 Gedung Sekolah di Mojokerto Rusak, Mayoritas di Bagian Atap Ruang Kelas

Ratusan bangunan sekolah di bumi Majapahit teridentifikasi mengalami kerusakan. Mayoritas, sekolah yang alami kerusakan mengeluhkan kondisi atap yang tak layak.

SDN Sekargadung 1, Kecamatan Pungging Wujudkan Sekolah Nyaman, Libatkan Wali Murid dan Tokoh Masyarakat

SDN Sekargadung 1, Kecamatan Pungging Wujudkan Sekolah Nyaman, Libatkan Wali Murid dan Tokoh Masyarakat

MASA Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 di SDN Sekargadung 1, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto dilaksanakan dengan melibatkan wali murid dan tokoh masyarakat. Melalui semangat kolaborasi,

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer