JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Stevia menjadi bahan alternatif pengganti gula pasir. Stevia diekstrak dari daun tanaman stevia rebaudiana asal Amerika Selatan.
Bahan ini dianggap sebagai pemanis alami nol kalori yang aman untuk penderita diabetes.
Berbeda dengan gula biasa yang dapat meningkatkan risiko obesitas dan penyakit kronis. Berikut 5 perbedaan krusial berdasarkan studi kesehatan global, agar bisa memilih dengan bijak.
- Kalori Nol vs 16 Kalori per Sendok Teh
Stevia 100 persen bebas kalori sehingga menjadi pilihan tepat untuk mereka yang ingin menurunkan berat badan.
Satu gram stevia tidak menambah energi. Berbeda dengan gula pasir yang mengandung 4 kalori per gram atau 16 kalori per sendok teh.
Jika mengonsumsi 2 sendok teh gula ekstra setiap hari, itu setara 32 kalori yang bisa menjadi 3,5 kg lemak setahun.
- Indeks Glikemik: Rendah vs Tinggi (65+)
Indeks glikemik (GI) stevia nol. Artinya tidak meningkatkan gula darah secara cepat, sangat aman untuk penderita diabetes tipe 1 atau 2, pre-diabetes, dan yang ingin menstabilkan energi harian.
Gula pasir memiliki GI tinggi (65-70), menyebabkan lonjakan gula darah diikuti penurunan cepat yang membuat lapar dan lemas. Penelitian WHO menunjukkan, jika mengonsumsi gula secara rutin, maka GI bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 2 hingga 25 persen.
Menurut studi Harvard, gula biasa, jika lebih dari 25 gram per hari (6 sendok teh), akan meningkatkan risiko obesitas 1,5 kali, diabetes 26 persen, dan kanker usus 11 persen . Stevia justru bisa menurunkan tekanan darah 5-10 mmHg pada pasien hipertensi.
ANGELINA
Editor : Imron Arlado