Pemerintah Desa (Pemdes) Kemantren terus mengoptimalkan pelayanan kesehatan warga di tiga dusun. Sebanyak 8 persen Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2026 telah dialokasikan khusus untuk penanganan stunting.
’’PENANGANAN stunting bukan sekadar imbauan, tetapi komitmen nyata yang telah dituangkan dalam postur anggaran desa,’’ ujar Kepala Desa Kemantren Ahmad Zaidi, kemarin. Ia menjelaskan, langkah ini merupakan keseriusan Pemdes Kemantren dalam mencetak generasi emas lewat program kesehatan yang terukur. Sekaligus tindak lanjut pra-musrenbang tematik stunting yang sebelumnya digelar di tingkat kecamatan.
Ploting anggaran penanggulangan stunting ini juga disampaikan pada seluruh anggota Tim Penggerak PKK Desa Kemantren dalam gelaran pleno dan raker tahun 2026 akhir Januari lalu. Zaidi menyebut, alokasi anggaran ini difokuskan pada program-program yang berdampak langsung pada sasaran balita hingga ibu hamil. Salah satunya lewat Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
Menu makanan bernutrisi tersebut bersumber dari pangan lokal yang segar dan berkualitas. Proses pengolahan dan penyediaan makanan akan melibatkan langsung para pelaku UMKM di Desa Kemantren. ’’Kami implementasi misi ke 2 RPJMD tahun 2025-2029, yaitu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui penguatan SDM yang unggul,’’ beber kades.
Dari penyediaan PMT berkualitas ini, diharapkan mampu mencapai dua tujuan besar. Meliputi, penurunan angka stunting secara signifikan di angka 11,33 persen tingkat kabupaten. Serta, pemberdayaan ekonomi kerakyatan di Desa Kemantren. ’’Kami pastikan delapan persen Dana Desa hadir di piring-piring nutrisi anak-anak. Kita membangun kesehatan sekaligus kesejahteraan dengan bersamaan dari keterlibatan UMKM dalam penyediaan PMT,’’ tukas Zaidi.
Untuk menyokong peran kader dan anggota TP PKK, Rumah Desa Sehat (RDS) dimanfaatkan untuk sekretariat bersama. Fungsinya, untuk memantau seluruh sasaran program pengentasan stunting di tiga dusun. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah