PERAN ibu sebagai madrasah awal bagi anak-anaknya memiliki kewajiban untuk mengajarkan kebaikan, termasuk ajaran luhur tentang merawat keberlangsungan alam yang juga berdampak pada masa depan.
Ketua Dharma Wanita Persatuan SMAN 1 PURI Ning Aliyah, S.Pd, mengatakan, peran ibu sebagai tempat belajar pertama kali bagi anak merupakan kunci untuk menumbuhkan generasi dan mencintai lingkungan.
Menurutnya, melalui ibu penyadaran dan pendidikan anak tentang kepedulian lingkungan dapat ditanamkan. ”Melalui ibu, pendidikan dan penyadaran tentang kepedulian terhadap lingkungan dapat ditanamkan kepada anak-anak sejak dini,” katanya.
Perempuan yang akrab disapa Bu Al ini lantas mencontohkan, pendidikan dan penyadaran tentang lingkungan kepada anak bisa dilakukan melalui pola hidup ramah lingkungan yang dilakukan dalam sebuah keluarga.
”Maka anak akan terbiasa menjaga lingkungannya. Jika kebiasaan ini mengakar pada diri anak-anak, dengan demikian di masa depan akan terbentuk generasi yang peduli pada lingkungan. Tentu, hal ini harus didukung oleh para bapak,” kata guru SMP Islam Ngoro ini.
Dukungan bapak dalam mendidik generasi masa depan yang ramah lingkungan diperlukan agar terwujud kerja sama sebagai keluarga yang utuh. Artinya, lanjut dia, bahwa peran pendidikan anak untuk sadar menjaga lingkungan bukan hanya dilakukan oleh ibu.
Diharapkan ke depan akan lahir suatu kebijakan maupun konsep dalam upaya membangun peran perempuan dalam pengelolaan lingkungan hidup. Sebab, peran perempuan dalam isu pelestarian lingkungan sangat signifikan dan strategis.
Bahkan, perempuan juga menjadi penentu sekaligus juga sebagai agen perubahan tentang pola hidup yang ramah terhadap lingkungan. Termasuk juga menciptakan kebijakan yang responsif gender. ”Keluargalah yang menjadi bagian penting untuk menjaga dan mewujudkan pelestarian lingkungan hidup yang komprehensif dan inklusif,” tandasnya. (bas/ris)
Editor : Fendy Hermansyah